Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Enam Regu Finalis Kasidah MTQ Lambitu Unjuk Kebolehan

Bima, Bimakini.com.-Enam regu finalis kasidah rebana Mushabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kecamatan Lambitu unjuk kebolehan menyanyikan lagu wajib dan pilihan. Penampilan enam regu finalis memukau ratusan pendukung yang memadati arena MTQ di lapangan Teta, Sabtu (26/1) malam.

    Regu kasidah tuan rumah tidak ingin dipermalukan di depan publik sendiri. Mereka tampil maksimal dengan menyanyikan  lagu Al- Quran dan syair lagu Bima. Bukan hanya itu, penampilan mereka mengenakan pakaian seragam kasidah memukau penonton yang menunggu hingga larut malam.
Panitia lomba, Umar, BA, mengaku lega karena tiga hari terakhir cuaca bersahabat, sehingga seluruh mata lomba dapat diselesaikan. Bahkan, pada partai final peserta dan regu finalis tampil maksimal untuk meraih prestasi tertinggi dalam momentum MTQ kecamatan yang digilir setiap desa pada setiap tahun.
    “Kalau pada saat pembukaan kita sulit memulai acara, selain mati lampu juga hujan lebat mengguyur hingga pukul 10.00 malam, tetapi kini cuaca cerah,” ujarnya di arena MTQ, Sabtu malam.
Untuk cabang lomba kasidah rebana, katanya, ada regu anak-anak dan regu dewasa. Pada partai final hanya menampilkan regu kasidah dewasa. Namun,  karena masing-masing pendukung setiap desa ingin menyaksikan penampilan regu finalisnya, maka mereka diberikan kesempat tampil maksimal dengan dua lagu wajib dan pilihan.
    Mereka adalah finalis dari Desa Kaowa, Kuta, Teta, Sambori, Londu, dan Kaboro. Namun, untuk finalis cabang tilawah, Syarhil, dan fahmil akan dituntaskan Minggu malam. “Alhamdulillah selama kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan tidak ada kendala yang berarti. Bahkan, warga setempat memadati arena untuk tekun menyaksikan penampilan qari dan qariah, hafizh dan hafizhah yang berlaga,” katanya.
    Hal senada dikemukakan dewan juri kasidah, Heny. Regu kasidah yang tampil merupakan yang terbaik dari desa masing-masing. Mereka telah menampilkan yang terbaik dalam bentuk kekompakan, penampilan, dan pakaian. Mereka tidak kalah dengan penampilan dari kecamatan lain dalam hal penampilan maupun melantunkan syair Bima.
“Perbedaan nilai tidak jauh berbeda tinggal nilai akumulasi dari dewan juri-lah yang menentukan regu yang meraih juara,” katanya.
    Dia mengharapkan media kasidah rebana  dapat menyampaikan aspirasi warga kepada pemerintah. Apalagi, syair-syair yang mereka rakit disesuaikan dengan kondisi alam di sana yang masih membutuhkan perhatian pemerintah, terutama pembangunan jalan. (BE.13)

 

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.- Musbaqah Tilawatil Qur’an tingkat Kelurahan Penatoi resmi di buka, Kamis (27/5/2022). Kegiatan yang digelar di Mushola lingkungkungan setempat tersebut, juga dihadiri...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Panitia Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Desa Rasabou Kecamatan Bolo Kabupaten Bima menggelar rapat kerja di Masjid As – Suada desa setempat, Sabtu...

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Mubarak Desa Bolo Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Antar – Santri yang dibuka secara...

NTB

Mataram, Bimakini.- Kesenian dan kebudayaan merupakan warisan nenek moyang yang melambangkan ciri dan khas suatu daerah. Begitu pula dengan seni dan budaya Islam yang...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Desa Dena, Kecamatan Madapangga, tahun 2018 dibuka oleh Camat, Senin (15/10) malam. Kegiatan digelar di halalaman Masjid...