Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Festival Seni Anak Bima 2013, Meriah

Bima, Bimakini.com.-Festival Seni Anak Bima 2013 menampilkan 73 regu penari dan 22 penyanyi cilik yang melantunkan tembang daerah Bima. Pembukaan kegiatan yang berlangsung meriah itu dilakukan oleh Asisten I Setda Kabupaten Bima, Drs. H. Abdul Wahab, di pelataran Asi Mbojo, Sabtu (19/1) lalu.

       Usai festival lomba seni tari dan seni suara itu, puluhan anak-anak sebagai peserta mendeklarasikan “Anak Cinta Budaya Bima”. Mereka menancapkan telapak tangannya dengan cat air berbagai warna yang telah disediakan. Sambil mengucapkan bahasa ibu, “Mada Doho Meci Ro Cau Dana Mbojo”.
     Ketua panitia Festival Seni Anak Bima 2013 antar-pelajar Kabupaten Bima, Basyirun, M.Pd, mengatakan, dalam festival itu anak-anak dan pelajar menampilkan seni tari dan nyanyian daerah Bima yang mengisahkan tentang bagaimana cara anak-anak bermain dengan trampil sambil menari sebagai bentuk keceriaan anak-anak masa silam. Seperti tarian tutu karikummama dan tari lain yang mengisahkan keceriaan masa kanak-kanak.
       Kegiatan itu, katanya, hanya berlangsung sehari  dan menampilkan seni budaya daerah khas Bima. Demikian juga dalam lomba nyanyi semua bernuansa kedaerahan. “Kita berharap dengan kegiatan ini anak-anak lebih mencintai dan tidak melupakan seni budaya daerah sendiri,” ujarnya.
    Asisten I Setda Kabupaten Bima, Drs. H. Abdul Wahab, mengatakan, festival itu bukan hanya sekadar meraih juara, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak dapat mencintai seni budaya daerah Bima. Mereka sejak kecil dikenalkan mengenai khazanah budaya daerah, sehingga diharapkan memiliki fondasi yang kuat untuk mencintai Bima.
Dia mengapresiasi jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dalam ikhtiar menggairahkan anak-anak mengenalkan seni budaya daerah Bima. Tentu ke depan diharapkan anak menghargai budayanya sendiri. Apalagi, dalam era global ini berbagai informasi dunia dengan mudah diakses.
     “Semoga deklarasi Anak Cinta Budaya Bima dapat menggugah kecintaan mereka terhadap seni budaya Bima,” katanya. (BE.13)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

CATATAN KHAS KMA

  ‘’SAYA mau tes daya ingat pak KMA,’’ katanya kepada saya suatu waktu. KMA itu, singkatan nama saya. Belakangan, semakin banyak kawan yang memanggil...

CATATAN KHAS KMA

SAYA belum pernah alami ini: handphone tidak bisa dipakai karena panas. Bukan hanya sekali, Tetapi berkali-kali. Juga, bukan hanya saya, tetapi juga dua kawan...

CATATAN KHAS KMA

CATATAN Khas saya, Khairudin M. Ali ingin menyoroti beberapa video viral yang beredar di media sosial, terkait dengan protokol penanganan Covid-19. Saya agak terusik...

Berita

SEPERTI biasa, pagi ini saya membaca Harian  BimaEkspres (BiMEKS) yang terbit pada Senin, 10 Februari 2020. Sehari setelah perayaan Hari Pers Nasional (HPN). Mengagetkan...

CATATAN KHAS KMA

ADALAH Institut Perempuan untuk Perubahan Sosial (InSPIRASI) NTB pada 7 Desember 2019 lalu, mencanangkan gerakan Save Teluk Bima. Kegiatan dua hari itu, menjadi heboh...