Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pendidikan

STKIP Taman Siswa Keluhkan Perhatian Pemkab Bima

Kota Bima, Bimakini.com.-Dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima terhadap Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa diakui oleh pengelola belum ada. Seperti pemberian beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu.

Perwakilan STKIP Taman Siswa yang dipimpin Drs. H. Sudirman, M.Si, mengeluhkan soal itu saat pertemuan dengan Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Bima, Drs. H. Syafruddin, MM, di aula kantor Pemkab Bima, Kamis (10/1).
Dr. Syachrudin, mewakili STKIP Taman  Siswa, mengakui sejak kampus itu dibentuk, hingga saat ini Pemkab Bima belum pernah memberikan kontribusi, salahsatunya seperti pemberian beasiswa.  Selama ini mahasiswa dari keluarga kurang mampu pada lembaga yang saat ini memiliki 4.000 mahasiswa itu hanya menerima bantuan beasiswa miskin dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Seharusnya Pemkab Bima berperan aktif memberikan bantuan, karena kampus telah memberikan kontribusi besar secara tidak langsung kepada Pemkab Bima.
“Kami tidak menuntut, tapi kami berharap ada apresiasi dari pemerintah, apalagi lembaga itu saat ini berada di wilayah Kabupaten Bima,” ujarnya di depan kantor Pemkot Bima, Kamis.
Menurutnya, Pemkab Bima seharusnya berterimakasih dengan keberadaan lembaga itu, karena telah meminimalisasi beban biaya masyarakat yang memiliki anak di STKIP Taman Siswa. Jika satu mahasiswa diluar daerah mengeluarkan biaya transportasi per bulan sebesar Rp500 ribu, maka dengan adanya kampus menekan biaya tersebut. Saat ini 90 persen mahasiswa adalah masyarakat Kabupaten Bima.
Dikatakannya, keberadaan kampus juga mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sisi pajak maupun pembayaran pajak usaha perdagangan di sekitar kampus. Dia berharap agar Pemkab Bima bisa menindaklanjuti pertemuan soal dukungan itu.   Syachruddin mengaku PLT Bupati belum merespons soal itu. (BE.18)

 

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

CATATAN KHAS KMA

  ‘’SAYA mau tes daya ingat pak KMA,’’ katanya kepada saya suatu waktu. KMA itu, singkatan nama saya. Belakangan, semakin banyak kawan yang memanggil...

CATATAN KHAS KMA

SAYA belum pernah alami ini: handphone tidak bisa dipakai karena panas. Bukan hanya sekali, Tetapi berkali-kali. Juga, bukan hanya saya, tetapi juga dua kawan...

CATATAN KHAS KMA

CATATAN Khas saya, Khairudin M. Ali ingin menyoroti beberapa video viral yang beredar di media sosial, terkait dengan protokol penanganan Covid-19. Saya agak terusik...

Berita

SEPERTI biasa, pagi ini saya membaca Harian  BimaEkspres (BiMEKS) yang terbit pada Senin, 10 Februari 2020. Sehari setelah perayaan Hari Pers Nasional (HPN). Mengagetkan...

CATATAN KHAS KMA

ADALAH Institut Perempuan untuk Perubahan Sosial (InSPIRASI) NTB pada 7 Desember 2019 lalu, mencanangkan gerakan Save Teluk Bima. Kegiatan dua hari itu, menjadi heboh...