Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

TPFR Akui Banyak Hambatan Investigasi

Kota Bima Bimakini.com.-Tim Pencari Fakta dan Rehabilitasi (TPFR) Bima mengaku menghadapi sejumlah kendala di lapangan saat melaksanakan investigasi untuk mengungkap kebenaran siapa Bakhtiar Abdullah (35) sesungguhnya. Penjual kue warga Desa Timu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima itu oleh pihak Kepolisian merupakan terduga teroris pelarian Poso.

Bapak tiga anak yang masih kecil-kecil itu, tewas ditembak tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di desa  Mangge Nae, perbatasan Kabupaten Dompu-Bima bersama terduga teroris pelarian Poso, Roi. “Dari sumber-sumber yang TPFR temui, mereka mengalami trauma mendalam terhadap pihak Kepolisian. Mereka selalu kuatir bahwa kami adalah pihak Kepolisian,” terang Ketua TPFR, Hadi Santoso, ST, MM, di Kecamatan Raba, Minggu.
Kemudian, katanya, sumber-sumber yang ditemui, kuatir keterangan mereka akan dibawa ke pihak Kepolisian dan menyebabkan mereka dianggap bagian dari jaringan terorisme. Ini juga membuktikan bahwa trauma masyarakat terhadap tuduhan-tuduhan jaringan terorisme ini sangat menakutkan masyarakat.
Meski begitu, TPFR pantang menyerah. Mereka  akan lebih menguatkan diri dan bekerja maksimal dalam kerangka merehabilitasi secara psikis masyarakat dan nama Kabupaten Bima ini, atau wilayah Bima secara umum. “Itu kendala dan kenyataan yang kami hadapi di lapangan,” tandas Hadi.
TPFR berharap, semua pihak, tokoh masyarakat, ulama, lembaga Islam, Ormas, OKP, dan lainnya mendukung kerja TPFR. Demikian juga kepada pihak Kepolisian, diharapkan lebih terbuka sesuai asas objektivitas. (BE19)
 

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Politik

Bima, Bimakini.com.- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima menilai penayangan dan penyiaran debat terbuka pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bima digelar di...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.com.-Baligo atau alat peraga kampanye calon anggota legislatif  masih banyak berdiri kukuh pada sepanjang jalan. Padahal, sudah ada imbauan agar menertibkannya sendiri. Tidak hanya...

Pemerintahan

Bima, Bimeks.- Beras busuk yang dibagikan kepada eks penderita kusta di Desa Panda Kecamatan Palibelo diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima, Drg....

Pemerintahan

Bima, Bimakini.com.- Ini pengakuan dari anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima terkait proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2012 yang...

Pendidikan

Kota Bima, Bimakini.com.- Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima menyatakan, pengusulan guru sertifikasi tahun 2013 ini terlalu banyak. Kondisi demikian disinyalir kemungkinan...