Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pendidikan

Guru Agama “Serbu” Kantor Kemnag Dompu

Dompu, Bimakini.com.- Puluhan guru yang tergabung dalam Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (GPAII) Dompu  berunjukrasa di depan Kantor Kementerian Agama (Kemnag)  Dompu, Senin. Mereka menuntut pembayaran dana tunjangan sertifikasi 319 guru yang belum dibayarkan selama enam bulan.

Selain itu, mereka heran terhadap sikap Kemnag Dompu yang tidak cepat merespons permasalahan nasib guru. Dana sertifikasi itu tertunggak sejak tahun 2011 lalu sebanyak dua bulan dan dilanjutkan tunggakan pembayaran pada tahun 2012.

“Kenapa hanya Dompu yang belum dibayarkan, padahal daerah lainnya sudah,” ujar Drs. Sahbudin, Ketua GPAII Dompu.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

    Awalnya, aksi demo itu berlangsung  lancer. Namun,  lama kelamaan semakin memanas. Bahkan, Kepala Kantor Kemnag Dompu, Drs. Syamsul, juga terlihat tidak bisa menahan emosi menghadapi para guru yang melontarkan kata-kata pedas itu.

Kendati demikian, suasana itu dapat dicairkan setelah upaya negeosiasi oleh aparat Kepolisian dengan meminta agar pendemo berdialog. Setelah negosiasi, akhirnya para guru sepakat  berdialog di ruangan rapat Kemnag Dompu.

Mengawali dialog itu, Syamsul menyampaikan permohonan maaf atas kejadian beberapa saat lalu. Dia pun menjelaskan mengapa dana sertifikasi belum dibayarkan sampai saat ini. “Kita sudah melakukan upaya dan ikhtiar ke Kemnag NTB,” ujarnya.

   Bahkan, katanya, sudah empat kali mengirimkan surat yang meminta agar tunggakan sertifikasi guru sebanyak enam bulan itu segera dianggarkan dalam DIPA tahun 2012 lalu dan sekarang yang diminta lagi pada tahun 2013. “Kita sudah empat kali mengirimkan surat ke Kemnag NTB dan tembusan ke Kementerian Pusat serta Kemenkeu,” ujarnya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Dia menambahkan Kemnag Dompu hanya memiliki kewenangan meminta dan yang bisa menentukan adalah Pemerintah Pusat.  Namun, tidak berhenti sampai di situ, pernah juga melobi Pemerintah Pusat soal kekurangan dana sertifikasi itu.

Oleh karena itu, dia berharap para guru bersabar karena yang  dibayarkan hanya dalam DIPA itu saja. “Kita membayar hanya berdasarkan DIPA,” ujarnya.

Guru Agama Islam, Drs. H.M. Qutuni, heran karena pada tahun 2011 lalu ada dua bulan dana sertifikasi guru tidak dibayarkan, namun kenapa pada tahun 2012 kasus itu terulang. “Kita heran sudah tahu ada kekurangan tahun 2011, tapi masih saja ada kekurangan tahun 2012,” ujarnya menanggapi tanggapan pihak Kemnag Dompu.  (BE.15)

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Berita

  Dompu, Bimakini. – Ratusan warga dan Perangkat Desa Mangge Asi, Kecamatan Dompu antusias mengikuti program vaksinasi COVID-19 dosis pertama oleh petugas Kesehatan Puskesmas...

Pemerintahan

Dompu, Bimakini. – Dinilai mampu memenuhi hak anak, Kabupaten Dompu dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dari tingkat Pratama pada 2020 menjadi tingkat Madia...

Berita

TIBA-TIBA saja kita dikejutkan oleh sejumlah penemuan. Tumbuhan yang sebelumnya biasa saja, dibuang-buang, menjadi luar biasa dan ada yang dijuluki miracle tree (pohon ajaib)....

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Serikat Guru Indonesia (SGI) Bima menjalin kerja sama dengan penerbit SMI Yogyakarta untuk menerbitkan buku tulisan best practice guru. Pada 7 Februari...

Opini

Oleh: Eka Ilham, M.Si *)   RENDAHNYA alokasi anggaran pendidikan yang disediakan pemerintah negara berkembang, menjadi salah satu alasan klasik rendahnya daya dukung penyelenggaraan...