Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pendidikan

SMKN 6 Kabupaten Bima Harapkan Pasokan Enam Guru PNS

Bima, Bimakini.com.-  Jajaran Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Kabupaten Bima di Kecamatan Sanggar mengharapkan ada penambahan enam guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka mengharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima segera memenuhinya.

Masalahnya, guru yang ada saat ini hanya dua PNS dan itu pun dengan Kepala Sekolah, satu guru honor daerah, dan 26 lainnya merupakan guru sukarela. Bahkan, untuk tenaga administrasi semuanya masih menggunakan tenaga sukarela.
Kepala SMKN 6 Sanggar, Drs. Sudirman, M.Pd, mengatakan sekolah yang dibangun sejak tahun 2007  ini  memiliki tiga jurusan, yakni teknik komputer dan jaringan, audio vidio, dan agribisnis dengan 260 siswa. Guru PNS minimal masing-masing dua orang pada setiap jurusan. Apalagi, sekolah ini memerlukan praktik dan membutuhkan tenaga pendidik terampil.
    “Soal sarana dan prasarana sekolah telah memadai. Bahkan, saat ini tengah membangun ruang perpustakaan. Tetapi, untuk memaksimalkan penguasaan materi teori dan praktik perlu ada tenaga guru PNS karena kalau guru sukarela perlu tambahan biaya untuk praktik dan lainnya,” ujarnya di Dinas Dikpora Kabupaten Bima, Jumat (8/2/2013).   
Minimnya guru PNS, katanya, menjadi kendala dalam memaksimalkan hasil yang ingin dicapai. Apalagi, ini sekolah kejuruan yang bukan hanya teori semata, tetapi yang diutamakan adalah praktik lapangan. Kalau soal jurusan Agribisnis tidak terlalu bermasalah, tetapi dua jurusan lainnya membutuhkan sentuhan tangan trampil yang memiliki dedikasi tinggi untuk penguasaan ilmu dan teknologi.
    “Kita berharap jika ada pengangkatan PNS yang baru hendaknya sebagian dialokasikan ke SMKN 6 Sanggar,” katanya.
Banyaknya tenaga sukarela, kata dia, tentu beban biaya yang harus ditanggung pihak sekolah akan banyak, tetapi kalau banyak guru PNS maka dengan sendirinya mereka akan melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggungjawab. Apalagi, mereka diwajibkan ada setiap jam kerja.
    Untuk sarana dan prasarana sekolah, katanya, meski masih terdapat kekurangan satu ruangan belajar, tetapi tidak terlalu bermasalah karena ruangan lain juga masih bisa digunakan. Namun, kalau guru perlu ada yang PNS agar beban sekolah tidak terlalu banyak.
“Nggak mungkin kita menyuruh mereka dengan beban berat sementara kemampuan sekolah untuk membiayainya tidak memadai. Kita berharap hal ini perlu menjadi perhatian,” katanya. (BE.13)
 

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

CATATAN KHAS KMA

  ‘’SAYA mau tes daya ingat pak KMA,’’ katanya kepada saya suatu waktu. KMA itu, singkatan nama saya. Belakangan, semakin banyak kawan yang memanggil...

CATATAN KHAS KMA

SAYA belum pernah alami ini: handphone tidak bisa dipakai karena panas. Bukan hanya sekali, Tetapi berkali-kali. Juga, bukan hanya saya, tetapi juga dua kawan...

CATATAN KHAS KMA

CATATAN Khas saya, Khairudin M. Ali ingin menyoroti beberapa video viral yang beredar di media sosial, terkait dengan protokol penanganan Covid-19. Saya agak terusik...

Berita

SEPERTI biasa, pagi ini saya membaca Harian  BimaEkspres (BiMEKS) yang terbit pada Senin, 10 Februari 2020. Sehari setelah perayaan Hari Pers Nasional (HPN). Mengagetkan...

CATATAN KHAS KMA

ADALAH Institut Perempuan untuk Perubahan Sosial (InSPIRASI) NTB pada 7 Desember 2019 lalu, mencanangkan gerakan Save Teluk Bima. Kegiatan dua hari itu, menjadi heboh...