Connect with us

Ketik yang Anda cari

Dari Redaksi

Dua Guru Dihadang Perampok

Bima, Bimakini.com.-   Aksi perampokkan di atas dam Roka, jalur tanjakkan menuju Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima, muncul lagi. Sabtu lalu, dua guru perempuan yang bertugas di wilayah setempat, nyaris menjadi korban aksi kriminal di lokasi itu.

Bagaimana ceritanya? Guru SDN Sambori, Yuliana, mengaku saat melintasi jalan di lokasi tanjakan Kecamatan Lambitu, menggunakan sepeda motor bersama rekannya, Sabtu (2/3) sekitar pukul 12.15 WITA, tiba-tiba dicegat dua pria bercadar. Saat itu, langsung mengeluarkan celurit dan mencoba menbacok ke arahnya. Untungnya, saat itu gesit menghindar, sehingga insiden berdarah tidak terjadi.
“Saya kaget karena selama ini saya cuma mendengar cerita di lokasi itu sering terjadi perampokkan dan nggak tahunya benar. Begitu melihat kami, langsung ingin dibacok. Tapi, nggak kena karena langsung menghindar, saya langsung tancap gas motor,” ceritanya di Padolo, kemarin.
Warga kelahiran Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpuda Kota Bima ini, menduga motif dua pria yang menghadangnya karena ingin mengambil sepeda motor dan barang berharga lain. “Saya jadi ngeri kalau lewat lokasi itu, padahal hampir setiap hari harus ngajar di sana. Tadi sempat kena ujung jilbab teman yang saya bonceng, kalau nggak kuat tarik gas motor, mungkin kami berdua sudah mati,” katanya.
     Dia mengharapkan, Kapolres Bima Kota, AKBP Kumbul KS, segera mengatensi kasus itu dengan membangun Pos Polisi di lokasi itu. “Terus-terang sampai sekarang saya masih trauma, apalagi teman saya, nggak taulah bagaimana caranya bisa pulang-pergi ngajar di sana,” katanya.
     Sebelumnya, desakan yang sama disampaikan warga Lambitu lainnya, Wahyuddin. Polres Bima Kota dan Pemerintah Daerah harus secepatnya mewujudkan pos aparat di lokasi rawan perampokan tersebut.
     Dalam catatan Bimakini.com,  tahun 2010 lalu, aksi perampokan juga pernah dialami mantan Kepala Desa Kuta Kecamatan Sambori dan sejumlah rombongan guru di wilayah setempat usai melaksanakan upacara bersama tingkat Kabupaten Bima.
     Saat itu, rombongan tersebut dicegat sejumlah pria bercadar menggunakan senjata api, namun untungnya ketika itu masih sempat melobi sehingga tidak terjadi aksi pembunuhan.
Dari keterangan warga setempat dan informasi yang dihimpun Bimakini.com, aksi perampokan di lokasi tanjakkan Kecamatan Lambitu, kambuh pascapembebasan residivis yang diduga kerap beraksi  di lokasi tersebut dari penjara. (BE.17)

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Satuan Reserse Kriminal (Satreakrim) Polres Bima berhasil menangkap dua warga Desa Tolouwi, Keacamatan Monta, berinisia J (25) dan R (24), ditempat persembunyiannya....

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Serikat Guru Indonesia (SGI) Bima menjalin kerja sama dengan penerbit SMI Yogyakarta untuk menerbitkan buku tulisan best practice guru. Pada 7 Februari...

Opini

Oleh: Eka Ilham, M.Si *)   RENDAHNYA alokasi anggaran pendidikan yang disediakan pemerintah negara berkembang, menjadi salah satu alasan klasik rendahnya daya dukung penyelenggaraan...

Opini

Oleh: Eka Ilham.M.Si *)   WACANA mengenai politik pendidikan di Indonesia terbilang cukup asing di kalangan masyarakat awam, bahkan perbincangan mengenai hal ini dianggap...

Opini

Oleh: Eka Ilham., M.Si *)   DI penghujung tahun di awal November ini, pemerintah Kabupaten Bima melaksanakan test¬† calon kepala sekolah (Cakep). Jumlah pesertanya...