Connect with us

Ketik yang Anda cari

Politik

Ketegasan Panwaslu Diharapkan Berlanjut

Kota Bima, Bimakini.com.-Kinerja dan sikap tegas Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Bima kembali mendapat dukungan positif. Hal tersebut diharapkan terus berlanjut hingga tahapan Pemilukada selesai dan menghasilkan tujuan sesuai asas pesta demokrasi.

     Akademisi STKIP Taman Siswa Bima, Ibnu Khaldun, M.Si, menilai komposisi pengawas Pemilu di Kota Bima saat ini sudah bagus dan perlu didukung bersama. Seluruh pihak, termasuk aparatus juga harus berpartisipasi dengan mengungkapkan bila mendapatkan “teror” atau intimidasi dari tim atau calon tertentu.
      “Untuk komposisi Panwaslu sudah bagus, sudah representatif, seperti Pak Khairudin sendiri sudah paham tentang Pemilu. Kita dari perguruan tinggi akan terus me-back up (mendukung) dan dorong kerja Panwas, tidak  ada yang perlu kita takutkan,” katanya di kampus STKIP Tamsis, Sabtu.
     Dikatakannya, Pemilukada Kota Bima saat ini secara tidak langsung merupakan pertarungan dua mesin politik, antara bakal calon incumbent dan penguasa di Kabupaten Bima, sehingga sangat membuka potensi pelanggaran, eksploitasi atau pelibatan aparatur, mulai dari tingkat Lurah, Camat hingga pejabat SKPD. Meskipun memang tingkat pendidikan politik masyarakat sudah bagus, dilihat dari tingkat HDI Kota Bima yang menempati urutan kedua setelah Kota Mataram, namun potensi intimidasi dan keterlibatan PNS dalam Pemilukada tetap terbuka.
     “Memang kami belum memiliki data, tapi dari informasi yang berkembang beberapa aparatur mendapat intimidasi, misalnya dipindahkan ke Tambora atau yang lain. Sebenarnya tidak ada yang perlu ditakutkan,” katanya.
     Menurut Ibnu, pasangan calon incumbent merupakan pihak yang paling berpotensi mendapatkan banyak keuntungan saat Pemilukada, tidak hanya eksploitasi aparatur, namun berpeluang mengarahkan program atau dana dari APBD untuk kepentingan politik.
      “Dalam teori mana pun dalam proses Pemilukada, mana yang punya akses kekuasaan mendapatkan keutungan, untuk menggerakkan birokrasi, ada camat, luarah, aparatur, belum lagi bisa menggunakan program yang menggunakan APBD. Kalau incumbent punya mesin,” ungkapnya. (BE.17)

 

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Politik

Kota Bima, Bimakini.- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bima membuka seleksi calon anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan dimulai diumumkan Senin (25/09/2017). Penjaringan dilakukan untuk...

Politik

Bima, Bimakini.com.- Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima, Abdullah, SH, mengaku saat berkoordinasi ke Paslon nomor 4 dan membantu Ketua Partai...

Politik

Bima, Bimakini.com.- Hingga kini, Panitia Pengawas Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bima belum menerima salinan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) pasangan calon Bupati dan...

Politik

Bima, Bimakini.com.- Hasil klarifikasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bima terhadap Camat Woha, Dahlan, akan direkomendasikan kepada Pj. Bupati Bima, Drs. Bachrudin, untuk kepentingan...

Politik

Bima . Bimakini.com.- Pembentukan tim pasangan calon nomor urut 4 Dinda-Dahlan di Desa Naru Kecamatan Woha Selasa (1/9/2015) pekan lalu, ditemukan kehadiran sejumlah kepala sekolah...