Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Stok Bawang Kurang, Harga Bibit Melonjak

ilustrasi

Bima, Bimakini.com.- Menjelang akhir musim hujan ini, sejumlah petani bawang di beberapa wilayah Kabupaten Bima sudah mulai bersiap untuk bercocok tanam kembali. Hanya saja, mereka mengaku kesulitan mendapatkan bibit bawang lantaran harganya melonjak naik.      Kondisi itu diakui akibat kurangnya stok bawang para petani.      Seperti dikatakan petani bawang, Rusman, asal Desa Soki Kecamatan Belo.

Dia mengaku saat ini harga bibit bawang sudah melonjak naik hingga menembus harga Rp3 juta lebih/100 kilogram. Padahal, beberapa waktu lalu harga bibit bawang masih berkisar Rp800 ribu hingga Rp1 juta lebih. “Kalau di desa kita harga bibit memang sudah tinggi soalnya sekarang kan sudah tidak ada yang panen lagi. Petani yang tidak punya bibit terpaksa harus membelinya dengan harga tinggi,” ujarnya kepada Bimakini.com, Jumat (15/3) melalui telepon seluler.
Namun, diakui Rusman, kenaikan harga bibit bawang sudah dianggap biasa setiap tahun menjelang musim tanam. Perubahan harga bawang tergantung banyaknya stok bawang petani apalagi ketika bukan musim panen dipastikan naik. Untuk petani bawang di beberapa desa Kecamatan Belo dan Woha diakui tidak terlalu kesulitan karena sebagai penghasil bawang.
     “Malah orang dari Sape, Monta, dan beberapa desa lain membelinya ke wilayah kita,” ujarnya.
     Melonjaknya harga bibit bawang juga diakui Jumra, petani bawang asal Desa Sampungu Kecamatan Soromandi. Dikatakannya di Sampungu saja harga bibit sudah naik hingga Rp3,2 juta/kuintal meski bawang yang dipasarkan masih dibawah harga itu yakni sekitar Rp2,8 juta/kuintal.
     “Saat ini kan memang sudah tidak ada yang panen bawang lagi dan petani sedang bersiap menanam sehingga harganya naik,” katanya melalui telepon seluler.
     Kenaikan harga bawang tersebut, menurutnya, tidak akan lama dan dipastikan kembali normal apabila sudah panen lagi. Untuk saat ini, para petani sedang bersiap menanam sambil musim hujan berakhir. Sebagian petani sudah ada yang menggarap lahan dan menyiapkan segala keperluan. (BE.20)  

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Berita

Oleh: Dadang Gusyana, S.Si MP, Member International Mycorrhiza Association (IMA) Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang paling banyak diusahakan, mulai dari daerah...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Harga kebutuhan pokok di Pasar Sila di bulan suci Ramadan tidak stabil. Seperti halnya harga tomat, cabai merah, kol dan lainnya. Kadang...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Puluhan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima  demo di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, Senin (27/11). Sejumlah persoalan diusung oleh...

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.- Kementrian Pertanian Republik Indonesia akan memberikan bantuan bibit sebanyak 10,4 ton. Bantuan bibit itu diantaranya untuk mengganti tanaman yang rusak. Hal...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Selain masalah kualitas bibit jagung, ternyata petani Punti, Soromandi juga permasalahkan kuantitasnya yang diterima oleh masyarakat. Hal ini juga  menjadi sorortan saat...