Politik

Ketua PPS Punti Dikeluarkan dari Formasi Penyelenggara

Bima, Bimakini.com.- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima tidak main-main terhadap ancamannnya yang akan mengevaluasi kinerja penyelenggara Pemilu pada tingkat kecamatan dan desa. Kemarin, Komisi setempat memastikan Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) desa Punti Kecamatatan Soromandi dikeluarkan dari formasi penyelenggara. Artinya, tidak dikukuhkan sebagai PPS Pemilu Legislatif.

Ketua Divisi Hukum KPU Kabupaten Bima, Kusnadi, MH, menjelaskan langkah tersebut dilakukan menyusul buruknya kinerja Ketua PPS tersebut. Pada saat tahapan pemutakhiran data, Ketua PPS Punti tidak konsisten terhadap data pemilih yang sudah diserahkan atau ditetapkan melalui rapat pleno. “Nggak ada dipecat untuk tahapan Pilgub, cuma tidak direkrut sebagai PPS untuk (Pemilu) Legsilatif. Nggak diikutkan saat pelantikan, tapi dia yang datang. Karena kinerja buruk sekali, membahayakan KPU,” jelas Kusnadi di Sekretariat KPU, Senin (15/4).
     Dipastikannya, Ketua PPS Punti didepak setelah melalui sejumlah pertimbangan, sehingga sudah sesuai mekanisme dan prosedur. Ketegasan tersebut juga dilakukan KPU  untuk memastikan tahapan Pemilu berlangsung sesuai ketentuan dan mekanisme.
       “Selama ini dia (Ketua PPS Punti) bolak-bali perbaiki data. Masalahnya terletak pada data, sering ubah data. Pemilu itu intinya data. Sebelumnya, kami juga turun ke Soromandi mengamati,” katanya.
     Disebutkannya, salahsatu kesalahan  krusial yang dilakukan Ketua PPS Desa Punti, terutama berkaitan dengan pengurangan daftar Pemilih saat tahapan pemutahiran DPS. DPS yang ditetapkan berkurang 43 orang jika dibandingkan data Pemilu Kabupaten Bima terakhir, tahun 2010 lalu. Sebelumnya, pertimbangan Tim Seleksi (Timsel) mengangkat personel penyelenggara yang bermasalah tersebut karena pertimbangan rekam jejak (track record) sebagai penyelenggara dan aparatur desa.
       “Timsel sudah maksimal makanya kita rekrut, pertimbangan kita menganggap dia perangkat desa, pasti tahu banyak data, tapi ternyata malah sebaliknya,” katanya.
     Sebelumnya seperti dilansir Bimakini.com PPS Punti termasuk menjadi salahsatu temuan dan rekomendasi Panwaslu Soromandi. Saat tahapan pemutahiran hingga pengesahan DPS khususnya di TPS 1 dan 2 desa tersebut jumlah pemilih berkurang sebanyak 43. Berdasarkan klarifikasi seperti yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan oleh Panwaslu Soromandi, PPS desa setempat beralasan berkurangnya data pemilih jika dibandingkan DPT terakhir karena puluhan orang itu meninggal dunia tanpa dibuktikan dokumen/surat keterangan terkait.
       Belakangan, saat tahapan perbaikan data daftar pemilih hingga pengesahan DPT, jumlah pemilih di Desa Punti malah bertambah lebih dari 100 orang. (BE.17)
 

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top