Kota Bima, Bimakini.com.- Pemuda asal Kelurahan Nitu Kecamatan Rasanae Timur, Ramli (32) terpaksa berurusan dengan pihak Kepolisian karena ulahnya yang mengancam petugas SPBU Ama Hami menggunakan tombak, Rabu (24/4) siang. Pemuda itu menolak membayar premium (bensin) setelah diisi ke dalam sepeda motor jenis Supra Fit.
Saat diminta oleh petugas di tempat pengisian deretan kedua, oknum mengaku akan membayar setelah bosnya menyerahkan uang. Mendengar jawaban pelaku, petugas kemudian menunjukkan struk bukti pengisian dengan nomimal Rp11 ribu. Tetapi, tetap tidak dibayar. Adu mulut antara keduanya pun terjadi.
Akibat terdesak, Ramli naik pitam. Dia kemudian mematahkan ujung tombaknya yang diikat pada sepeda motor dan mengancam petugas SPBU. Untungnya, Satpam SPBU cepat bertindak merubukannya dengan tendangan dan pukulan. Setelah itu, Ramli diamankan di ruangan jaga Satpam.
“Kami juga heran kenapa dia tidak mau bayar, malah mengancam petugas dengan tombak sehingga saya langsung menendangnya hingga jatuh,” cerita Arifudin, Satpam SPBU Ama Hami kepada Bimakini.com Rabu siang.
Kejadian itu pun dilaporkannya kepada Polsek Rasanae Barat sehingga langsung diamankan saat itu juga. Di depan petugas Kepolisian, pemuda itu mengaku berasal dari Nitu dan memiliki dua nama yakni A. Azis dan Ramli. Nama A. Azis dipakainya ketika Malaysia dan nama Ramli dipakainya saat di kampung.
Mendengar pengakuan dan cara berbicara pelaku, Kepolisian mencurigainya sebagai orang tidak normal. Apalagi, di dalam tas yang dibawanya berisi kertas-kertas tidak berguna, ada BKPB motor yang ditulis tangan, dan kalender kuno.
“Kita masih memintai dia keterangan apakah benar tidak normal belum diketahui,” ujar Kepala Polisi Sektor Rasanae Barat, AKP Nurdin. (BE.20)
Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.
