Politik

Pasangan Calon Uji Kemampuan dengan Panelis

 

Kota Bima, Bimakini.com.- Tujuh pasangan calon Wali dan Wakil Wali Kota Bima yang akan bertarung merebut pada 13 Mei mendatang, uji kemampuan dalam menjelaskan tentang visi-misi serta program dengan dua panelis dari Mataram. Mereka diuji oleh dua panelis dari akademisi Universitas Mataram (Unram) yakni Prof Dr Kahar Karim dan Dr Kaharuddin, SH, MH.

Pelaksanaan debat dibagi dalam tiga sesi yakni, pertama, pemaparan visi-misi dan program calon selama dua menit dilanjutkan pengujian oleh dua panelis dengan waktu yang sama. Urutan pemaparan berdasarkan nomor undian yang diambil yakni dimulai pasangan calon Feri-Anang diikuti Baru, Suri, Fersi, Jamin, Sujud dan Qurma Manis.

Berlanjut pada sesi kedua pendalaman visi-misi. Pasangan calon mengambil satu dari tujuh lembar kertas yang berisi potret masalah di Kota Bima secara acak setelah itu menjelaskan sekaligus menawarkan solusi sesuai dengan program masing-masing. Urutan kali ini berdasarkan nomor pencalonan didahului pasangan Jamin yang mendapat jatah menjelaskan tentang masalah kepemerintahan dan penataan birokrasi.

Diikuti pasangan Baru menjelaskan tentang Hukum-Sosial, Qurma Manis tentang Sosial-Politik, Suri tentang ekonomi, Sujud tentang Agama-Budaya, Feri-Anang tentang Kesehatan, dan Fersi tentang pendidikan. Pada sesi ini tujuh pasangan calon diuji oleh satu panelis sesuai dengan undian kertas yang didapat. Waktu yang diberikan yakni dua menit baik calon dan panelis.

Pada sesi terakhir, semua pasangan calon diberikan kesempatan masing-masing selama empat menit berbicara bebas, menyampaikan program maupun berkampanye dimulai dari pasangan nomor 7 diikuti nomor 6,5,4,3,2, dan 1. Sesi pamungkas ini, tujuh pasangan terlihat bersemangat mencuri hati masyarakat dengan tawaran dan janjinya apabila terpilih. 

Bahkan ada calon yang melampaui waktu yang sudah ditetapkan. Seperti halnya, Muhammad Rum, SH, Wakil dari pasangan Bunda Sosei. Meski waktu telah habis, namun tetap berbicara, hingga membuat Soesi tertawa melihat pasangannya.

Hal sama juga dilakukan Subhan HM Nur, SH, ketika pernyataan terakhir dari pasangan calon, juga melampaui betas waktu disediakan. Bahkan hingga salah satu anggota KPU naik ke podium untuk menghentikan calon nomor empat itu bicara.

Acara tersebut disiarkan langsung melalui stasiun Bima TV, Bima FM, Pelangi FM dan RRI Bima. Tim pemenangan dan sejumlah pendukung terlihat hadir dididalam maupun diluar arena meski tidak sebanyak pada penyampaian visi-misi. Mereka memberikan semangat kepada figur yang dijagokan setiap kali kesempatan diberikan moderator.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bima, Dra.Nur Farhati,M.Si dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pelaksanaan debat kandidat tersebut memberikan kesempatan kepada kandidat untuk menunjukan kemampuan menjelaskan cara merealisasikan rencana yang telah dijanjikan dalam visi-misi dan program secara serius. 

Pasangan calon mesti berupaya memberikan jawaban yang lebih jelas terhadap pertanyaan yang diajukan panelis. Dengan demikian dapat menjernihkan sejumlah masalah yang ditampilkan secara sepotong-potong dalam kampanye bentuk lainnya.

Melalui debat publik pula jelasnya, panelis dapat menyimak dan mencermati dengan baik kualitas diri dan kualitas program kandidat. Pada titik itulah bertemunya impian yang tertuang dalam visi kandidat dengan harapan pemilih tentang apa dan bagaimana Kota Bima dibangun dalam masa bakti 2013-2018.
Sebagaimana keadaan pemilih sambungnya begitulah pemimpin dipilih. Kualitas pemilih tercermin dalam kualitas pemimpin yang dipilihnya. Pemilih cerdas memilih pemimpin berkualitas. Pemimpin yang ikhlas siap menerima keputusan rakyat, terpilih atau tidak terpilih.

“KPU Kota Bima bersama seluruh jajaran siap melindungan suara rakyat dan bersama seluruh elemen masyarakat Kota Bima siap mewujudkan pemilukada yang jujur, adil, damai dan bermartabat,” kata Farhati. (BE.20)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top