Politik

Pencoblosan di Rutan dan RSUD Bima, Lancar

Kota Bima, Bimakini.com.- Untuk mengakomodir hak suara  narapidana dan pasien, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima menyediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus di Rumah Tahanan (Rutan) Raba Bima dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima. Narapidana dan pasien yang memberikan hak suara adalah warga yang memenuhi hak pilihnya sesuai ketentuan.

    Jumlah narapidana yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Rutan Raba Bima sebanyak 157 orang. Hanya saja, tidak semuanya memberikan hak pilih lantaran sebagian besar sudah selesai menjalani hukuman penjara. Jumlah tersebut terbagi untuk Pemilukada Kota Bima sebanyak 23 pemilih, sedangkan untuk Pemilu Gubernur/Wakil Gubernur NTB sebanyak 30 pemilih.
      “Data awal sesuai DPT sebanyak 157 orang, tetapi sebagian dari mereka sudah bebas sehingga jumlah pemilih berkurang,” jelas anggota KPPS di TPS 7, Rutan Raba Bima, Senin (13/5).
     Dikatakannya, selain jumlah yang terdata tersebut kemungkinan pemilih akan bertambah karena ada tambahan narapidana yang baru masuk. Hanya saja, mereka akan bisa memilih apabila telah mendapatkan undangan sebagai pemilih dengan model surat C-6 atau surat model C-8 yakni surat pindah pencoblosan.
     Di TPS 8 RSUD Bima, jumah pemilih yang masuk dalam DPT yakni sebanyak 34 pemilih. Mereka terdiri dari dokter, pegawai dan pasien. Seperti halnya di TPS 7, Rutan Raba Bima, pemilih di RSUD Bima adalah mereka yang mendapat surat C-6 dari KPPS setempat.
    “Untuk keluarga pasien yang belum mencoblos akan diarahkan ke TPS 7 di Rutan dengan membawa C-6 dan C-8. Nanti hal itu akan diurus oleh PPS dan PPK,” jelas, Ketua KPPS setempat, Kaimudin, S.PdI di RSUD Bima, Senin.
     Pantauan Bimakini.com, pemberian hak suara narapidana berlangsung cepat berakhir sekitar pukul 09.00 WITA karena jumlah pemilih yang sedikit. Tidak ada kesulitan yang ditemui, pemilih memberikan hak pilih mereka di TPS yang disediakan di depan Rutan.
    Di RSUD Bima, pemberian hak suara pasien terlihat berbeda seperti pada umumnya. Pencoblosan baru dimulai sekitar pukul 12.00 WITA karena menunggu  semua pasien dan surat suara. Akibat kondisi mereka yang tidak memungkinkan dan tidak bisa mendatangi TPS, petugas KPPS mendatangi pada setiap ruangan pasien. Namun, kerahasiaan dalam memberikan hak pilihnya tetap terjaga. (BE.20)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top