Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Tarif Sementara Angkot Diberlakukan!

Kota Bima, Bimakini.com.- Tuntutan para supir angkot menaikkan tarif sewa penumpang, direspons oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bima dengan pemberlakuan tarif baru. Hanya saja, pemberlakuan tarif baru tersebut masih bersifat sementara, karena menunggu tarif dasar angkutan sebagai acuan penetapan.

Kepala Dishubkominfo Kota Bima melalui Kepala Bidang Rekayasa Lalulintas, Drs. Muhammad Tayeb, mengaku pemberlakuan tarif Angkot sementara dilakukan setelah ada kesepakatan bersama dengan sejumlah unsur. Kesepakatan tersebut dicapai pada pertemuan Senin (24/6) lalu ketika muncul protes para supir.

Saat pertemuan itu, ungkapnya, hadir unsur Satlantas Polres Bima Kota, Organisasi Angkutan Darat (Organda), Dishukominfo, dan perwakilan supir Angkot. Dalam pertemuan, pihak Organda dan perwakilan supir mengajukan permintaan agar segera ditetapkan tarif angkutan kota baru karena alasan penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Tarif baru yang diminta, jelasnya, untuk penumpang umum dari Rp2.750 menjadi Rp4.000, penumpang mahasiswa dari Rp1.500 dinaikkan menjadi Rp2.000, begitu pun pelajar. Setelah  bermusyawarah, permintaan itu disepakati pemberlakuan sementara, tetapi dengan catatan. Yakni agar pemberlakuan tarif sementara dapat dikomunikasikan dahulu kepada calon penumpang atau pengguna jasa Angkot secara proporsional sambil menunggu penetapan tarif angkutan kota resmi dari Pemerintah Pusat dan Kota Bima. Penerapan kesepakatan hendaknya memertimbangkan kemampuan masyarakat pengguna jasa angkutan umum, dan sambil menunggu penyesuaian tarif dasar resmi dari Pemerintah, para supir Angkot tetap menyediakan pelayanan transportasi sebagaimana mestinya.

“Apabila telah dikeluarkannya keputusan resmi Pemerintah Kota Bima tentang tarif dasar angkutan kota tersebut, maka kesepakatan akan ditinjau kembali,” jelasnya ditemui di Dinas setempat, Kamis (26/6) pagi.

Ditambahkannya, pemberlakuan tarif baru tersebut juga sebagai antisipasi untuk meredam gejolak protes dari para supir yang dikuatirkan berdampak pada pelayanan transportasi di Kota Bima. Jika sudah ada tarif dasar, tarif sementara yang diberlakukan bisa saja berubah dari kesepakatan awal. (BE.20)

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Bima, Bimakini.com.-    Kendati pemerintah belum resmi menaikkan atau mengumumkan kenaikkan tarif angkutan umum, namun sudah ada beberapa pengusaha bus antarkota yang menaikkannya secara sepihak. Kondisi...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.com.- Dampak kebijakan Pemerintah Pusat dalam menaikan harga bahan bakar minyak (BBM), puluhan angutan kota (Angkot) di Kota Bima mogok, Senin (24/6)....

Peristiwa

Bima, Bimakini.com.- Data sementara kerusakan akibat angin kencang yang melanda Kecamatan Langgudu, 71 rumah rusak. Belasan diantaranya rata dengan tanah, lainnya rusak sedang dan...

Pendidikan

Kota Bima Bimakini.com.-Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendibud) Republik Indonesia, Prof. Dr. Musliar Kasim, mengaku saat ini Kemendikbud sedang membahas rancangan kurikulum pendidikan baru...

Peristiwa

Dompu, Bimakini.com.- Pengunjung Pantai Lakey yang hendak mengisi libur lebaran mengeluhkan pelayanan parkir. Pasalnya penarikan tidak seperti biasanya, bahkan berbeda dengan karcis.