Peristiwa

GP Ansor Siapkan Posko Pengaduan BLSM

ilustrasi

Bima, Bimakini.com.- Penyaluran Dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) pada sejumlah daerah di Indonesia menuai gejolak. Hal yang sama juga terjadi di Kota dan Kabupaten Bima. Pada umumnya, masyarakat mempertanyakan keakuratan data penerima karena banyak dinilai tidak tepat sasaran.

Menyikapi berbagai keluhan masyarakat mengenai penyaluran BLSM tersebut, Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bima berencana segera membangun Pos Komando (Posko) Pengaduan. Posko itu bertugas menerima semua keluhan masyarakat terutama yang tidak mampu, tetapi tidak mendapatkan BLSM.

Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bima, Adiman Husain, S.PdI, mengaku banyak warga yang berasal dari kalangan tidak tidak mampu mengeluhkan karena namanya tidak tercantum pada data penerima dana BLSM, sebaliknya ada warga yang mampu secara ekonomi, tetapi menerima dana BLSM.

“Urgensinya dana BLSM ini kan untuk membantu masyarakat miskin yang terkena dampak langsung naiknya BBM. Itu artinya, manfaatnya harus dirasakan mereka yang berhak bukan sebaliknya,” kata Adiman melalui telepon seluler, Kamis (4/7) kemarin.

Adiman juga menyayangkan, tim pendata yang tidak menverifikasi kembali data sebelum disalurkannya BLSM. Informasi yang diketahuinya, data penerima bantuan itu dikeluarkan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Tim tersebut berada di bawah Wakil Presiden dan menentukan siapa yang berhak menerima, dengan mengambil data dari survai Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2011.

Seharusnya, kata Adiman, pejabat-pejabat TNP2K memverifikasi ke daerah secara langsung. Tujuannya agar paham perubahan yang terjadi sebelum melaksanakan program BLSM. Apalagi, selama dua tahun terakhir dipastikan terjadi banyak perubahan status sosial masyarakat.

Untuk itu, lanjutnya, sebagai bentuk keprihatinan terhadap nasib masyarakat miskin berencana membuat mendirikan posko pengaduan. Hasil laporan masyarakat yang diterima akan diserahkan kepada pihak Legislatif, Eksekutif, dan instansi terkait yang berwenang.

“Saat ini kami juga sedang mengumpulkan data untuk mengecek langsung sejauh mana keakuratan data penerima tersebut, jangan sampai data yang ada hanya dibuat dibalik meja dan tidak tepat sasaran,” ujarnya. (BE.20)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top