Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Mahasiswa Fakultas Hukum Unram Bagikan Sembako

Kota Bima, Bimakini.com.-  Mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Fakultas Hukum Bima (FKMFHB) membagikan 60 bungkus Sembako gratis kepada warga miskin di Dusun Gema Waktu Desa Risa Kecamatan Woha, akhir bulan Ramadan 1434 Hijriyah lalu. Kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat kurang mampu.

Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Unram, Susan Rahayu, mengatakan, kegiatan itu merupakan program kerja FKMFHB yang diikuti rombongan mahasiswa dan dosen Unram. Jumlah  yang hadir saat itu sebanyak 60 orang. Mahasiswa selain membagikan sembako gratis juga melakukan penyuluhan berkaitan dengan Narkoba dan kekerasan dalam rumah-tangga kepada warga saat puasa maupun pasca-Idul Fitri.
Kegiatan yang bertajuk mahasiswa peduli lingkungan itu, diakuinya, diapresiasi oleh warga, terbukti mereka antusias mengikuti setiap paket kegiatan yang dilaksanakan. Namun, dengan keterbatasan dana mahasiswa hanya mampu menyumbang 60 bungkus sembako berupa beras, minyak goreng dan mi instan.
“Kita berharap tahun depan lebih baik lagi dan forum ini memiliki program yang baik saat mudik kampong,” ujarnya di Kelurahan Dodu, Rabu (14/8).
Ketua FKMFHB Unram, Chairul Aulia, mengatakan, agenda rutin FKMFHB adalah terus memberdayakan masyarakat melalui pencerahan mengenai bahaya mengonsumsi Narkoba, Miras, dan hal-hal yang dilarang Undang-Undang maupun agama. Warga berhak mendapatkan pemahaman mengenai bahaya obat terlarang itu apalagi jika dikonsumsi oleh anak muda.
“Jelas dampak dari mengonsumsi Narkoba itu menyebabkan remaja dan pemuda kehilangan masa depan dan akan menjadi beban masyarakat. Karena biaya rehabilitasi buat mereka yang telanjur sangat mahal,” ujanya di Kota Bima, Rabu.
Untuk program bagi-bagi sembako, katanya, dananya benar-benar dari kantung mahasiswa. Mereka mengumpulkan sedikit demi sedikit dan setiap tahun dilakukan pada lokasi dan tempat yang berbeda-beda, sehingga kepedulian mahasiswa dirasakan oleh warga yang kurang mampu.
“Jumlah itu tidak bernilai apa-apa, tetapi mahasiswa dapat belajar banyak mengenai rasa empati terhadap sesame, terutama kepada kaum dhuafa di dusun-dusun terpencil di Kabupaten dan Kota Bima,” katanya. (nasir)
 

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Mataram, Bimakini. – Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mataram (IKA Unram) direncanakan akan digelar secara hybrid pada 29-30 Mei 2021. Berbagai persiapan...

Peristiwa

UNTUK mengisi waktu luang, dr Akbar kembali mengeluarkan handphone untuk menulis perjalanannya di Palu. Tempat favoritnya yaitu Masjid An Nur Sigi – Palu. Berikut...

NTB

Mataram, Bimakini.- Sebagai salah satu provinsi lumbung ternak nasional, NTB ditunjuk dan dipercaya sebagai tuan rumah seminar internasional pengembangan ilmu pakan dan nutrisi ternak/international,...

NTB

Mataram, Bimakini.- Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, meminta kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB untuk memastikan stabilitas ketersediaan...