Connect with us

Ketik yang Anda cari

Olahraga & Kesehatan

Dikes tidak Butuh Tambahan Anggaran GB-BK

Bima, Bimeks.-

Sejumlah pihak sebelumnya berupaya mendorong agar ada tambahan untuk penanganan Gizi Buruk (GB) dan Gizi Kurang (GK). Termasuk juga  anggota DPRD Kabupaten Bima. Mereka berharap ada  intervensi terhadap nasib 5.896 anak lebih banyak lagi.

Namun, dapat rapat klinis Dinas Kesehatan (Dikes) dengan Komisi IV menganggap tidak perlu ada lagi penambahan anggaran.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bima, Abdul Nasir, S.Sos, membenarkan jika dalam rapat klinis Dikes menyatakan anggaran saat ini sudah cukup. Namun, yang perlu dilakukan adalah mengubah pola pikir masyarakat dalam pola asuh anak.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

“Kami sudah kofirmasi soal perlu ada penambahan lagi alokasi anggaran, mereka mengatakan sudah cukup dengan anggaran itu,” katanya di DPRD Kabupaten Bima, Rabu (25/99).

Katanya, saat itu pejabat Dikes menjelaskan tidak semua penanganan masalah GB dan GK diselesaikan melalui anggaran. Untuk itu peran penyuluh lapangan sangat dibutuhkan dalam mengarahkan masyarakat, terutama asupan gizi anak. “Sehingga antara pencegahan dan penyuluhan berjalan seimbang,” katanya.

Diakuinya masalah ini cukup mencengangkan, apalagi terdapat data 5.896 anak Balita kurus. Peran PKK juga sangat diperlukan dalam membantu pengentasan dan penanganan masalah ini. “Dengan adanya kesadaran semua pihak, maka diharapkan tumbuh generasi yang baik dan tumbuh sehat,”  ujarnya.

Mengotimalkan penanganan GB dan GK, kata dia, bisa melibatkan RT/RW, tertama dalam pengecekan anak-anak usia balita ke Posyandu. Sistem jemput dapat dilakukan, karena kerapkali orangtua sibuk dengan urusan lain.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Penanganan GB dan GK, menurut Dra. Hj. Mulyati, MM, dibutuhkan juga reformasi ekonomi, agar masyarakat sejahtera. Meningkatkan pendapatan masyarakat, apalagi 80 persen adalah petani. “Bagaimana meningkatkan pendapatan ketahanan pangan, termasuk menanam tanaman yang bervariasi,” katanya.

Atas dasar keprihatinan dengan kondisi 5.896 Balita itulah, kata Mulyati, sehingga dalam pandangan fraksi sebelumnya mengungkapkan hal tersebut. Bagaimana ada intervensi lebih besar, dengan menambah alokasi anggaran di Dikes Kabupaten Bima agar anak-anak GB dan GK semakin banyak yang terselamatkan. (BE.16)

 

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.- Pencairan Uang Persiapan (UP) Tahun 2021 hingga menjelang pertengahan Februari masih belum bisa dicairkan oleh Bagian Keuangan. Pertayaannya dari mana uang...

Olahraga & Kesehatan

Kota Bima, Bimakini.- Memeriahkan HUT ke-15 Kota Bima, Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima menggelar lomba penataan Pusat Kesehatan Puskemas Masyarakat (PKM). Tim mulai menilai...

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.- Wakil Wali Kota Bima, H A Rahman, SE mengingatkan para kontraktor harus mengedepankan mutu pekerjaan yang ditanganinya. Pernyataan itu disampaikan saat...

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.- Tidak saja Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan Energi yang mengusulkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp200 miliar lebih. Dinas Kelautan dan...

Olahraga & Kesehatan

Kota Bima, Bimakini.com.- Kebutuhan tenaga medis, khususnya Dokter di Kota Bima saat ini masih kurang. Kondisi itu berimbas pada pelayanan yang tidak maksimal pada...