Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Foto Tarian Erotis saat Acara di Hotel Kalaki, Heboh

ilustrasi

Bima, Bimakini.com.-Sejumlah foto erotis yang diduga diambil saat acara di hotel Kalaki dan disponsori oleh salahsatu perusahaan rokok, kemarin, beredar. Dalam foto itu, penari (dancer) hanya menggunakan celana dalam dan kutang, dibaluti kain yang menembus pandang.

Foto-foto itu dikoleksi oleh sebagian anggota DPRD Kabupaten Bima. Wakil rakyat itu pun membicarakannya. Ditambah lagi dugaan pesta minuman keras (Miras) yang mengiringi acara di hotel Kalaki, Kabupaten Bima, Sabtu (14/9) malam lalu.

Mereka pun kecewa. Apalagi, saat Komisi IV sedang menggodok Raperda Larangan Peredaran Miras yang lebih tegas. Seperti diekspresikan oleh Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bima, Ahmad, SP, M.Si dan anggota Dewan lainnya.

Informasi yang dihimpun Bimakini.com, acara itu berlangsung terbuka di  kolam renang hotel tersebut. Belakangan diketahui pelaksana kegiatan itu terdiri dari tiga pihak, yakni PT Surya M, perusahaan rokok GG Mild, Timur Production sebagai Event Organizer (EO) dan hotel Kalaki. Setiap pengunjung harus membeli tiket senilai Rp150 ribu dan menukarnya dengan dua bungkos rokok serta korek api.

Selain itu, peserta juga mendapat bonus plus minuman mengandung alkohol merek luar negeri. Masing-masing mendapat satu sloki dicampur soda.

Bagaimana pengakuan penyelenggara? Pihak GG Mild, Aji Rahman dan Timur Production, Adi, yang datang ke DPRD Kabupaten Bima membenarkan menyelenggarakan kegiatan tersebut. Namun, tarian yang dianggap erotis itu diluar rencana kegiatan.

Sebelumnya, kata Adi, pihaknya hanya menyewa DJ dari Denpasar. Namun, dari pihak DJ menawarkan ada tambahan Dancer Modern. Saat acara berlangsung tidak ada tarian erotis, namun dua dancer wanita dari Denpasar itu menggunakan pakaian sponsor.

“Tiba-tiba saat penghujung acara, keduanya mengganti pakaian di belakang dan ini di luar kontrol,” katanya, Selasa (17/9).

Dancer modern tersebut, kata dia, bukan yang spesifik seperti itu.  Pakaian tidak dikonsep, namun terakhir permintaan dari dancer sendiri. Kegiatan mereka juga telah mendapat izin dari Kepolisian. Dia menolak jika tarian tersebut masuk kategori erotis.

Mengenai Kapolres Bima Kabupaten, AKPB Ekawana Presta, S.IK, yang diinformasikan hadir dalam pesta tari erotis dan Miras tersebut, Adi membantahnya.  Saat acara itu Miras tidak disediakan oleh EO maupun GG Mild, melainkan oleh pihak hotel.

Pihak GG Mild, Aji Rahman, mengatakan rundown acara adalah kesepakatan bersama tiga penyelenggara. Kegiatan ini bukan pertamakali yang disponsori, namun rangkaian  sejumlah kegiatan sebelumnya di Kota Bima. “Bahkan, kegiatan juga dilaksanakan di Lakey Dompu,” ujarnya.

Pihak sponsor, kata dia, tidak mungkin mengadakan kegiatan, jika pihak EO tidak mendapat izin. Demikian juga soal tarian dan Miras diluar kesepakatan teknis.

Pihak Hotel Kalaki yang dikonfirmasi melalui telepon seluler, membenarkan kegiatan itu melibatkan tiga pihak. Saat dihubungi nomor Ponsel tersebut diterima oleh seorang wanita yang mengaku petugas hotel Kalaki.

Namun, wanita tidak mau menyebutkan identitasnya, jika dipublikasi media massa. “Ndak usahlah nama saya,” katanya.

Namun, soal Miras saat acara itu dibantahnya. Pihak hotel hanya menyiapkan tempat, tidak termasuk Miras. “Saya tidak tahu bagaimana teknis acara. Karena saya bagian hotel,” ujarnya.

Berbeda dengan pernyataan pihak EO, Kapolres Bima Kabupaten, AKBP Ekawana Prasta, S,IK, membenarkan hadir saat acara. Namun, bukan menghadirinya  secara khusus, tetapi  mengecek untuk memastikan kelancaran acara. Dia tidak mengetahui ada tarian erotis dan Miras.

“Saat itu saya sedang operasi situasi keamanan di Panda dan ke lokasi acara untuk memastikan bagaimana pelaksanaan kegiatannya. Termasuk Miras saat itu saya tidak dilihat,” katanya di Polres Bima Kabupaten.

Namun, kata dia, jika benar ada Miras saat itu dan pihak penyelenggara saling lempar tanggungjawab, maka ketiganya bisa dimintai pertanggungjawaban.  Karena dua pihak mengaku dan satu pihak lagi mengelak.

Sebelumnya, Waka Polres Bima Kabupaten, Komisaris Polisi Hasripuddin, SIK, mengaku tidak mengetahui mengenai kegiatan tersebut. Proses perizinan ditangani oleh Satuan Intelpolkam.

Sejumlah anggota legislatif yang mendapatkan foto mengenai tari erotis dan pesta Miras mengaku menyesalkannya. Padahal, ada upaya serius pemberantasan Miras di Bima menyusul pembahasan Raperda dengan sanksi yang lebih berat.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten, Ahmad,  SP, M.Si, menyesalkan acara tersebut. Padahal, saat ini Komisi IV  sedang serius membahas tentang larangan peredaran Miras di Bima. “Apalagi  konflik yang terjadi selama ini, sebagian besarnya dipicu peredaran Miras,” tandasnya.

Justru, kata dia, ada pihak yang menyelenggarakan kegiatan diwarnai pesta Miras dan tarian erotis. Apalagi, jika benar ada aparat Kepolisian pada saat acara tersebut.(pian)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.-  Jalan kawasan pantai Ule menuju Kelurahan Kolo, Kota Bima, selasa (27/9) sore pukul 17.00 wita mendadak ramai setelah warga menemukan Potongan tubuh...

Pendidikan

Bima, Bimakini.com.- Selain bertugas mengatur lalulintas, Sat Lantas Polres Bima juga peduli  terhadap  kegiatan lainnya. Seperti saat ini,  dalam kegiatan Polisi Peduli Pelajar. Mereka...

Peristiwa

Perairan laut selatan, khususnya di Kecamatan Langudu menyimpan daya tarik luar biasa.  Pantai Pusu Desa Pusu, memang sebelumnya cukup terisolir. Menjamah tempat ini, jalurnya...

Peristiwa

Bimakini.com.- Terminal menjadi titik pertemuan masyarakat pengguna layanan transportasi. Tidak hanya masyarakat lokal juga para pendatang yang menggunakan layanan terminal. Karena itu, terminal harus...

Peristiwa

Kota Bima, Bimkini.com.- Sekitar 50 anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengikuti pelatihan koramil model.  Sebelumnya mereka mengikuti materi ruangan atau teori, kemarin mereka mendapat...