Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pemerintahan

Massa Pertanyakan Peran DPRD

Perwakilan massa saat berorasi di depan gedung DPRD Kabupaten Bima

Bima, Bimakini.com.- Peran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima dalam mengawal proses pembangunan, dipertanyakan oleh massa Masyarakat Untuk Transparansi daerah (Matanda) Bima dan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda untuk Perubahan (Ampera). Mereka menilai, Dewan belum berperan optimal, termasuk dalam menyikapi masalah 5.896 balita kurus.

Mereka juga menyorot keberangkatan 40 istri pejabat Kabupaten Bima untuk pelesiran ke Thailand. Apalagi, kondisi Kabupaten Bima yang menjadi juara pertama dalam hal jumlah balita kurus, kurang gizi dan gizi buruk.

Sorotan ini terungkap saat aksi unjukrasa yang digelar di gedung DPRD dan Kantor Kejaksaan Kabupaten Bima, Senin (23/9) siang.

   Amiruddin dari Mantandani, mengatakan para istri pejabat ini seharusnya tidak berleha-leha dan memuaskan keinginan pribadi  mesikpun benar menggunakan dana pribadi. “Semuanya di luar logika berpikir, kenapa harus dipentingkan ke Thailand?” tanya Amiruddin.

            Katanya, saat ini Kabupaten Bima tercatat sebanyak 5.895 balita kurus, gizi kurang dan gizi buruk. Pemerintah hanya mementingkan program-program pembangunan lapangan, PTN yang kini mangkrak, Dam yang belakangan jebol baru beberapa hari, dan masih banyak proyek ratusan juta hingga miliaran lainnya. Dari angka ini, Kabupaten Bima pun menempati urutan pertama dari seluruh kabupaten/kota di NTB terkait balita kurus.

Mereka juga menilai  legislatif lemah dalam pengawasi kinerja eksekutif, sehingga banyak pembangunan yang asal-asalan. Mereka juga menyoal mengenai anggaran penataan lapangan Rp11 miliar, namun untuk gizi buruk saja Rp1 miliar.  “Padahal, jauh lebih penting menyelamatkan generasi, ketimbang mengurus  lapangan,” ujar Rismunandar.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bima, Ahmad, SP, M.Si, mengatakan tuntutan massa mengenai kasus balita kurus telah menjadi atensi  Komisi IV. Bahkan, sebelumnya beberapa elemen juga bertemu untuk rangka membahas penanganan anak-anak Gizi Buruk (GB) dan Gizi Kurang (GK). “Bahkan, sebelumnya kami juga rapat dengan instansi terkait untuk menanganinya,” katanya.

Katanya, Bupati sudah membentuk Pokja Penanganan GB dan GK yang melibatkan sejumlah instansi pemerintah, tidak hanya Dinas Kesehatan. Penanganan dilakukan secara menyeluruh, sehingga masing-masing SKPD diminta mengajukan anggaran pada APBD 2014.

Selain itu, anggota DPRD lainnya, Ahmad M. Saleh dari PDIP juga merespons tuntutan mahasiswa. Terjadi dialog antara massa dengan dua anggota dewan tersebut.

Sebelumnya, Minggu (22/9), 40 istri pejabat Kabupaten Bima berangkat melalui Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima kemudian transit di Denpasar menggunakan pesawat Merpati. Dari Denpasar melanjutkan ke Thailand. Rencanannya para ibu-ibu ini akan berada di Thailand selama sepekan untuk menikmati pesona wisata setempat yang memang sudah mendunia. (pian)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Politik

Bima, Bimakini.- Menurut rencana, Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri, akan menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) pengunaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD)...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.com.- Puluhan pedagang pasar Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Kamis (12/5/2016), mendatangi kantor DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bima. Mereka menuntut legislatif mengusut tugas...

Politik

Bima, Bimakini.com.- Konflik antarsimpatisan Paslon  saat berkampanye, dinilai karena masih memakai pola mobilisasi massa untuk mengukur adanya pendukung. Semestinya cara mobilisasi tersebut tidak relevan...

Politik

Bima, Bimakini.com- Pasangan calon (Paslon)  Hj Indah Damayanti Putri-Dahlan blusukan ke Kecamatan Donggo, Kamis (3/9/2015). Mereka dijemput massa pendukung di Dusun Muku, Desa Sanolo, Kecamatan...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Rumah warga Desa Lanta Kecamatan Lambu, Karim Ama Kasa (60), dirusak massa. Perusakan terjadi pukul 23.40 WITA, Kamis lalu lantaran petani itu...