Politik

Golkar Ancam Boikot Pemilu Legislatif

Kota Bima, Bimakini.com.- Pengurus Dewan  Pimpinan Dearah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Bima, menemukan sekitar 1.312 daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah. Dari DPT yang sudah ditetapkan oleh  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima, ternyata masih banyak pemilih ganda.

   Data yang disodorkan Golkar, menunjukkan banyaknya DPT ganda tersebut.  Umumnya terdapat kesamaan nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Ada juga nama yang  berbeda, namun NIK,  tanggal, dan bulan kelahiran yang berbeda.

   Misalnya, Abbas dan Burhan  memiliki NIK sama, tempat, tanggal lahir berbeda, di TPS XVII Jatibaru.  Ini terjadi dibanyak kelurahan di Kota Bima dan menyayangkan hal ini bisa terjadi.

   Pengurus DPD Golkar Kota Bima, Al Imran, SH, mengatakan KPU seharusnya lebih teliti sebelum menetapkan DPT. Kenyataannya setelah diteliti kembali, masih banyak yang bermasalah. “Ini jelas-jelas sangat merugikan, ketika DPT bermasalah.  Golkar tidak menerima hal ini dan jika tidak dituntaskan, maka kami akan memboikot Pemilu, karena menggangap KPU tidak bekerja,”  ujarnya,  Minggu (20/10).

   Tidak hanya DPT yang ganda, kata Al Imran, namun juga menemukan 8.000 DPT tanpa NIK. Fakta ini dinilai melanggar ketentuan perundangan, karena tidak dibolehkan DPT tanpa NIK, terkait pemutakhiran pemilih. “KPU kami nilai tidak melaksanakan tugas secara profesional dan konsisten,” katanya.

   Ada juga  pelanggaran lain, kata dia, yang membuat Golkar mengancam memboikot Pemilu Legislatif, yakni adanya pergantian caleg dari Partai Demokrat Nomor Urut 5 daerah pemilihan 1. Pergantian itu bersifat mendadak dua hari sebelum  penetapan Daftar Calon tetap (DCT) pada 22 Agustus 2013. “Padahal saat rapat dengan pimpinan Parpol tanggal 19 Agustus 2013 dengan tegas KPU menolak mengganti nama tersebut,” ujarnya.

   Padahal, Golkar ingin mengganti salahsatu caleg di Dapil II. Namun, justru KPU dinilai tidak konsisten dengan pendiriannya dan dianggap berpihak atau tidak objektif. (BE.16)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top