Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pendidikan

Dana Tunjangan Sertifikasi Guru SDN 3 Diklaim Dipotong

Kota Bima,Bimakini.com.- Dana tunjangan sertifikasi beberapa guru SDN O3 Kota Bima diduga dipotong. Dari sekitar sembilan guru pada SDN yang beralamat di Jatiwangi Kecamatan Asakota, pemotongan berkisar Rp100 ribu per orang. Dugaan pemotongn dilakukan oleh oknum pejabat sekolah setempat dan oknum Pengawas pembina lingkup sekolah Dasar Kecamatan Asakota.

 

Bahkan, diduga dana tersebut dimaksudkan untuk keperluan pejabat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima.  

Kepala SDN 03 Kota Bima, Wuriati, SPd, yang dikonfirmasi Bimakini.com membenarkan adanya dana yang terkumpul dari para guru program sertifikasi di sekolahnya. Hanya saja, uang yang diduga disunat tersebut bukan atas kepentingan sendiri atau pejabat Pengawas.

     “Bahkan bukan pula disunat secara sepihak. Sudah disepakati secara bersama,” bantahnya Senin (14/9/2015) melalui telepon seluler seraya menanyakan kepada wartawan siapa yang menginformasikannya.     

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Kata dia, dana yang terkumpul dari sekitar sembilan orang guru penerima tunjangan sertifikasi tersebut diperlukan untuk kebersamaan para guru tersebut. Misalnya untuk keperluan bantuan teman guru yang sakit dan mendapatkan musibah lainnya. Bukan untuk kepenetingan pribadi. Toh, dana tersebut atas dasar keihklasan para guru yang bersangkutan. Berarti yang membeberkan informasi ini merupakan guru yang tidak ikhlas,” tudingnya.

 Dia mengeluhkan informasi tersebut. Jika memang ada guru yang tidak ikhlas, sebaiknya disampaikan lansung kepadanya.  Jangan menceritakan kepada orang lain.

Berkaitan dana hasil yang dikumpulkan sudah disalurkan kepada oknum pejabat Bidang Dikdas, Kasek membantahnya.   “Kata siapa itu,” tanyanya balik.

Sebelum itu, Wurati sempat didatangi awak media di sekolah setempat. Kata pegawai setempat, Kepsek sudah berada di acara rapat di UPTD Kecamatan Asakota.

 Kepala Dinas Dikpora melalui Kabid Dikdas, Taufikurrahman, SPd, yang dikonfirmasi mengenai adanya dugaan tunjangan sertifikasi guru di SDN 3 Kota Bima yang disunat oleh pejabat sekolah dan diserahkan ke Pejabat Pengawas Pembina untuk diserahkan ke pejabat Dikdas, membantahnya.  Justru informasi itu baru diketahuinya.

“Saya belum tahu informasi itu. Kata siapa dan di SDN mana, pejabat Pengawas yang mana?” tanya Taufik  di ruangan kerjanya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Dia menyarankan  agar menanyakan langsung kepada Kasek setempat. (Hasyim)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.- Untuk realisasi pembayaran tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) semester 2 Tahun 2021 ini, Pemkot Bima masih menunggu persetujuan dari Kemendagri. Kepala...

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bima mengeluhkan pencairan tunjangan sertifikasi oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang menanganinya. Tidak biasanya pencairan ditunda...

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Serikat Guru Indonesia (SGI) Bima menjalin kerja sama dengan penerbit SMI Yogyakarta untuk menerbitkan buku tulisan best practice guru. Pada 7 Februari...

Opini

Oleh: Eka Ilham, M.Si *)   RENDAHNYA alokasi anggaran pendidikan yang disediakan pemerintah negara berkembang, menjadi salah satu alasan klasik rendahnya daya dukung penyelenggaraan...

Opini

Oleh: Eka Ilham.M.Si *)   WACANA mengenai politik pendidikan di Indonesia terbilang cukup asing di kalangan masyarakat awam, bahkan perbincangan mengenai hal ini dianggap...