Politik

Panwaslu: Camat Angkat 4 Jari itu Dukungan

Bima, Bimakini.com.- Hasil klarifikasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bima terhadap Camat Woha, Dahlan, akan direkomendasikan kepada Pj. Bupati Bima, Drs. Bachrudin, untuk kepentingan pembinaan. Panwaslu sudah membuat kajian dari hasil klarifikasi dengan Camat Woha dan Ketua Panitia Sepak Bola Mini.

 

Komisioner Panwaslu Kabupaten Bima Junaidin, S.Pd Kepada Bimakini. Com di Woha, Minggu (6/9/2015) mengakui laporan dan hasil temuan di lapangaan keteribatan camat Woha, Bahkan dalam laporanpun Drs. Dahlan ikut menggangkat 4 jari dan itu menunjukan sombol dukungan.

“Camat Woha telah menghadiri undangan klarifikasi di panwascam Woha,hasil klarifikasinya, camat mengakui hadir di penutupan sempak bola di Desa Risa, namun, kehadirannya atas undangan dikeluarkan panitian sebagai kapasitas menaungi wilayah.”itu dalil disampaikan camat,” kutipnya hasil klarifikasi Camat Woha.

Saat menghadiri undangan klarifikasi, Camat melampirkan undangan dari kepanitiaan, camat juga mengakui kalau dia  mengangkat 4 jari, tapi, katanya dia angkat karena dibopong oleh tim saat itu mengerumuni dan memaksa angkat 4 jari, kenapa terjadi demikian,? Lanjut Junaidin mengutip
hasil klarifikasi camat tersebut, karena kondisi dan situasi pada saat itu memang pasangan nomor urut 4 yang datang, kalau saat itu ada calon lain maka akan terjadi lain hal lagi.

“Soal kehadiran calon, camat tidak tahu mereka diundang apa tidak, kalau saat itu hadir pasangan calon lain dirinya akan dikondisikan,” masih mengutip klarifikasi camat.

Selain minta klarifikasi camat woha, Panwascam juga telah melakukan klarifikasi terhadap panitia untuk mendalami undangan tersebut, menurut Ketua Panitia Suhardin, pihaknya memang mengundang camat untuk hadiri penutupan, karena kapasitasnya sebagai pemimpin di kecamatan
woha, namun, pada saat itu pasangan calon IDP-Dahlan tidak diundang, tapi mereka kebetuan hadir dirumah H. Syamsudin secara kebetulan bersebelahan dengan lapangan.”Kesempatan penutupan tersebut sekaligus dimanfaatkan pasangan calon untuk kampanye,” ungkapnya

Hasil klarifikasi Camat Woha dengan ketua panitia, pihaknya sudah membuat kajian, secara garis besar, keikut sertaan camat menggangkat 4 jari merupakan fakta sangat fatal. Namun, Panwaslu tetap merekomendasi ke pemerintahlah daerah supaya memberikan pembinaan. “Kami akan menyusun rekomedasinya, dalam waktu dekan akan rekomendasikan ke Bupati Bima,” pungkasnya. (Herman)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top