Connect with us

Ketik yang Anda cari

Politik

Soal Netralitas, Jangan hanya Beretorika!

Bima, Bimakini.com.- Ini harapan sekaligus sorotan akademisi terhadap Pejabat Bupati Bima, Drs Bachrudin, MPd, soal netralitas  aparatur pemerintah. Bachrudin diminta jangan hanya bisa beretorika soal netralitas aparatur saat pemilukada. Oknum yang yang keterlibatan sudah di depan mata segera ditindak dan tidak ada lagi yang ditunggu.

 

Akademisi STISIP MBojo Bima, Drs Arif Sukirman, MH, kepada Bimakini.com Senin (7/9/2015) menanggapi dinginnya sikap Penjabat Bupati saat ini menyikapi maraknya oknum PNS diduga kerap ikut dalam kegiatan politik para calon Bupati/Wabup Bima. “Jangan hanya beretorika, tetapi tindakan ditunggu masyarkaat,” tegasnya.

Arif menilai, sikap Penjabat Bupati ini patut dipertayakan. “Apakah  Penjabat Bupati ini paham aturan atau tidak tentang netralitas PNS? Kalau figur ini tidak paham aturan netralitas, pastinya tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau andainya sebenarnya dia tidak paham aturan, maka salah orang dikirim jajaran Kemengdari dan Gubernur NTB,” sorotnya.

Pemprov NTB mengirim Penjabat Bupati  untuk menjaga agar daerah ini kondusif. Satu di antaranya berani bersikap tegas terhadap para aparatur sipil Negara (ASN) yang sudah jelas diatur Undang-Undnag  agar  netral. “Oni sudah di depan mata banyak sekali PNS terlibat politik praktis, seolah mereka merasa bodoh dengan aturan dibuat oleh Negara,” nilainya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Dia mengharapkan sikap nyata sebagai Pembina ASN, harus menghargai temuan Panwaslu atau laporan masyarakat kepada panwaslu, bahkan sudah diketahui publik. “Massa tidak didapat siapa oknum-oknum PNS itu, apakah tidak ada masukan dari Bakesbangpolinmas dan Inspektorat untuk dipanggil dan ditindak,” ujarnya.

Menurutnya, Penjabat  Bupati harus mampu menyukseskan Pemilukada, jangan bermain pada tataran retorika yang malah akan melahirkan instabilitas.

Artif menyarankan, jangan terjebak bisikan dari ‘kaki-tangannya’ selama ini mengikuti dan berada di dekatnya. Segera bersikap tegas, mengambil langkah keras agar menjadi pembejalaran bagi ASN yang lain, sehingga tidak ada lagi yang berani berbuat. “Kalau dibiarkan seperti ini malah tambah parah,” sarannya.

Seperti pemberitaan media massa sepekan terakhir, berdasarkan data Panwaslu Kabupaten Bima dan laporan masyarakat, sejumlah oknum ASN ikut dalam kegiatan politik pasangan calon Bupati dan Wabup. Bahkan, ada yang sampai terang-terangan seperti tindakan   Camat Woha, Dahlan.(Dedy)

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Politik

Dompu, Bimakini.- Sebelumnya Bawaslu Kabupaten Dompu merekomendasikan 11 ASN ke Komisi ASN karena terlibat politik praktis. Kini Bawaslu Kabupaten Dompu memeroses enam orang perangkat...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.com.-      Pemerintah Kabupaten Bima sudah menerapkan lima hari kerja sejak sebulan terakhir. Pemantauan terhadap kepatuhan Satuan Kerja Perangkat daerah dan Unit Pelaksana ...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.com.- Pasca-Pilkada Serentak yang dimenangkan pasangan Dinda-Dahlan, kini banyak pejabat di Kabupaten Bima yang saling menyindir. Kondisi ini tidak kondusif bagi harmonisasi kerja...

Dari Redaksi

Insiden di Palibelo disusul pelemparan anggota tim salahsatu Paslon di perbatasan Cenggu-Renda menandai semakin menghangatnya suhu politik daerah ini. Jika diamati, ini soal konvoi...

Peristiwa

Bima, Bimakini.com.- Kritik disampaikan oleh Komandan Brigade Masjid Kabupaten Bima, Burhanuddin, SP terhadap cap yang selama ini dilekatkan pada daerah Bima mengenai ‘kawasan teroris’....