Connect with us

Ketik yang Anda cari

Politik

Ini Aspirasi Warga Tambora dan Komitmen Ady-Zubair

Ady-Zubair saat menyerap aspirasi warga Tambora.

Bima, Bimakini.com.- Kondisi Kecamatan Tambora terpisah jauh dari kecamatan lain di Kabupaten Bima. Kehidupan sosial terisolir dari perkembangan dan kemajuan induk daerah, saat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bima Ady Mahyudi- A Zubair blusukan di kecamatan setempat Sabtu (10/10/2015). Masyarakat kaki gunung Tambora meminta perhatian pasangan Santun Bersahabat kalau terpilih nanti.

 

Berbagai aspek kehidupan sosial belum tergolong sejahtera bagi masyarakat setempat, selain akses jalan terbilang cukup jauh, akses informasi dan teknologi lebih parah. Sektor pendidikan yang kurang memadai menjadi kendala kehidupan belum tersentuh sepenuhnya.

Warga Desa Kawinda Toi, Ady Armansyah, mengungkapkan masyarakat Kecamatan Tambora selama bertahun-tahun ini, akses jalan tidak kunjung diperbaiki, menghambat kelancaran transportasi menggangkut hasil bumi. Bahkan, jalan sepanjang 50 meter terputus karena derasnya aliran sungai, ini masalah besar bagi masyarakat setempat. Apalagi jalan itu, berdekatan dengan wilayah hutan.

“Kami minta perbaikan jalan diutamakan, lebih-lebih dibuatkan jembatan di sungai Oi Marai itu,” ungkap Ady.

Selain itu, alumnus STKIP Bima ini juga menyampaikan, masyarakat Tambora  tidak bisa menikmati kesejahteraan, seperti menikmati informasi yang berkembang dan penggunaan teknologi seperti saat sekarang sudah mendunia di lingkungan sosial maupun lingkungan pendidikan.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

“Kami berharap, kalau pasangan Ady-Zubaer terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bima nanti, minimal listrik alternatif seperti listrik tenaga diesel sejenisnya bisa dihadirkan, terutama dibangunkan tower jaringan, supaya kami bisa berkomunikasi,” harapnya.

Ditambahkannya, sektor pendidikan Tambora belum berjalan normal, baik segi pembangunan maupun tenaga pengajar. Hal itu bisa memengaruhi segi SDM, minimal guru sukarela di di Tambora, diberikan tunjangan guru terpencil. Hal itu  karena jarang orang mau mengajar tampa ada gaji dan tunjangan. “Tunjangan guru terpencil sangat perlu untuk memberikan stimulus bagi orang supaya bisa mengajar untuk mencerdaskan siswa,”  katanya.

Pasangan calon nomor urut 2 menjawab ungkapan warga itu, diwakili Calon Wakil Bupati Bima, A Zubair mengatakan, kemajuan sektor pendidikan merupakan keharusan,  tidak hanya di wilayah lain. Namun, akan diutamakan merata pada setiap wilayah.

Ditegaskannya, saat sekarangberjanji bukanlah hal yang tidak asing lagi bagi masyarakat, makanya pasangan Santun Bersahabat tidak ingin memberikan sejuta janji kalau nanti tidak mampu direalisasikan.

“Kami sudah menyusun ke 11 program prioritas dan itu bukan janji tapi program nyata akan dilaksanakan kalau kami terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bima nanti,”pungkasnya. (Herman)

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Program bedah rumah di Desa Oi Bura Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima disoalkan oleh anggota kelompok penerima bantuan. Dana bersumber dari Dinas Sosial...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Kasus dugaan penganiayaan terjadi di persimpangan Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Senin (27/3) sekira pukul 18.30 WITA.  Oknum anggota Kepolisian Sektor...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bima, Kamis (9/3/2017) memantapkan persialan untuk pelaksanaan event Bike Camp dan Trabas jelajah Tambora. Persiapan kegiatan itu dengan...

Jalan-jalan

Dompu, Bimakini.- Anda pernah mendengar Pantai Ombo  di Desa Doropeti Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu? Saat ini merupakan destinasi baru wisata yang  ramai dikunjungi warga....

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.- Pelayanan maksimal kepada masyarakat, menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Bima di bawah kepemimpinan HM Qurais  dan H A Rahman.  Ekspresinya mereka ...