Dari Redaksi

Jangan Lebay

Insiden di Palibelo disusul pelemparan anggota tim salahsatu Paslon di perbatasan Cenggu-Renda menandai semakin menghangatnya suhu politik daerah ini. Jika diamati, ini soal konvoi melibatkan massa. Dalam kondisi ramai, segala sesuatu rawan terjadi apalagi dalam kondisi politik yang kompetitif. Karenanya, sangat tepat jika konvoi dipikirkan ulang, apalagi kesanya hura-hura.

 

Insiden Palibelo itu merupakan tamparan bagi kita semua. Kampanye dihajatkan untuk mendengarkan mimpi-mimpi sang Paslon dalam merenda agenda pembangunan, lalu berharap publik menyimak penuh antusias dan menjatuhkan pilihan di bilik suara. Pola memobilisasi massa selayaknya dipikirkan serius karena mengesankan euphoria berlebihan.

Jangan berlebihan, jangan lebay mendukung Paslon tertentu. Biasa dan proporsional saja. Setiap orang atau Paslon mmemiliki sisis keunggulan dan kelemahan masing-masing. Perbedaan pilihan merupakan hal wajar dan menambah kaya wana berdemokrasi. Kegaduhan ruang politik seringkali dipicu ketdakmampuan menahan diri dan ketidakbesusan melihat perbedaan. Apa yang terjadi Palibelo dan Cenggu-Renda harus dilihat sebagai kegagapan berdemokrasi.

Sangatlah tepat jika Ketua MUI Kabupaten Bima dan Ketua KPU mengingatkan agar jangan lebay. Sikap lebay memantik api ketegangan karena ‘sumbu kompor masyarakat memang sudah pendek’ sehingga gampang meledak. Mari memahami kompetisi ini sebagai ajang terbuka memilih Paslon terbaik, sambil meneguhkan semangat kebsersamaan meski di tengah perbedaan yang niscaya.  

Kita lelah melihat kejadian-kejadian di seputaran dinamika politik yang telah menjauhkan seseorang dari identitas kemanusiaannya. Berdemokrasi jangan sampai mendegradasi nilai, karakter, dan jatidiri kita sebagai Dou Mbojo. Sebaliknya fondasi kearifan lokal yang dibingkai semangat persatuan dalam perbedaan, sejatinya diberi ruang cukup saat kita mengekspresikan aspirasi. Berdemokrasi kita jangan sampai gaduh.

Berdemokrasi kita jangan lebay…(*) 

 

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top