Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Pramuka Peduli Kembali Salurkan Air Mineral untuk 255 KK di Desa Pesa

Bima, Bimakini.com.- Tidak pernah dibayangkan kalau salah satu Desa di Kecamatan Wawo juga mengalami Krisis air bersih seperti yang terjadi disejumlah wilayah Kabupaten Bima beberapa bulan terakhir.

“Saya gak habis pikir, ketika para pembina pramuka di Kecamatan Wawo saat perkemahan di Lambu bercerita kalau di Desa Pesa masyarakat mengalami kesulitan air minum,” cerita salah seorang pembina.

“Tentu, cerita ini menjadi tanda tanya besar, Apalagi, Kecamatan Wawo merupakan salah satu Kecamatan penyanggah Air,” ungkap Arief keheranan. 

Untuk memastikan, akhirnya saya sendiri menginap disalah satu rumah pembina di Desa Pesa untuk melihat secara langsung aktifitas masyarakat menunggu jatah air. Dan, ternyata kondisinya sangat memprihatinkan.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

“Lha, masyarakat merelakan waktu istrahat malah hanya untuk menunggu air bersih. Parahnya, dari jam 22.00 wita hingga pukul 01.00 dini hari itupun jumlah air baru beberapa ember ukuran 1 galon air. Bahkan, waktunya bisa lebih panjang,” kata Arief Rachman yang juga merupakan koordinator Gerakan 1 Galon untuk 100 Dahaga.

Kondisi ini memantik kepedulian sosial sejumlah elemen, termasuk Komunitas Pramuka Peduli Bima. Kelompok nonformal pendidikan kepanduan itu, menyalurkan air bersih bagi warga Pesa, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, salah satu wilayah Kabupaten Bima yang terkena dampak krisis air bersih, Sabtu 17 Oktober  2015. “Air bersih yang kita bagi berupa air mineral dalam kemasan,” kata Arief

Sebelumnya, Komunitas Pramuka Peduli  Bima melalui program ‘gerakan satu galon untuk 100 dahaga’ menyalurkan air bersih bagi warga Desa Muku Kecamatan Bolo dan Doridungga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima yang juga mengalami krisis air bersih.

Arief menjelaskan, air mineral dalam kemasan tersebut dibagikan kepada warga miskin di Desa Pesa sebanyak 255 kepala keluarga (KK). “Di Pesa  ini merupakan kegiatan ketiga  setelah di Desa Doridungga” ujarnya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

 

Menurut Arif, masyarakat Pesa perlu dibantu karena kesulitan air bersih. Masyaraat harus menunggu untuk mendapatkan air minum harus rela menunggu dari pukul 22.00 wita hingga pukul 01.00 dini hari bahkan bisa lebih panjang waktunya. Atau, pilihannya  desa tetangga dengan jarak tempuh yang cukup jauh dan mahal.  

Kondisi ini, kata Arif, memprihatinkan. Belum lagi pemandangan yang menyedihkan seringkali terlihat ketika warga membawa jirigen untuk mengangkut air dari desa tetangga. Ironisnya, di bak penampungan air bantuan BPBD bukan air bersih isisnya, tetapi tumpukan sampah.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Pemerintah menurut Arif, kurang menyuplai air sehingga air bersih menjadi barang mahal di desa setempat. “Kami memilih membagi air mineral kemasan untuk mengantisipasi dehidrasi warga. Apalagi cuaca sangat panas, sehingga rentan tubuh kekurangan air,” terangnya.

Arif menambahkan gerakan satu galon untuk 100 dahaga, tidak hanya dilakukan Pramuka Kwarcab Bima. Tetapi juga menggandeng Komunitas Bike to Work (B2W) Kota Bima.

Donatur yang membantu pengadaan air mineral diantaranya Asrarudin Tax Consultan . Diharapkan, banyak pihak mau peduli membantu warga yang kekurangan air bersih. “Sejauh ini banyak pihak yang mau membantu saudara kita yang mengalami krisis air dengan menyumbangkan dana. Dari dana yang terkumpul inilah kami membeli air mineral kemasan,” jelas Arif.

Kepala Desa Pesa, Burhan  mengapresiasi gerakan sosial tersebut. Apalagi warganya benar-benar sangat membutuhkan air bersih. Untuk kebutuhan sehari-hari, warga Pesa  harus menunggu hingga larut malam untuk menunggu  air.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Sebenarnya, kata dia, sudah banyak program yang turun untuk air bersih, Hanya saja hasilnya tidak maksimal, terutama untuk distribusi air bersih melalui saluran pipa ke Desa Pesa. “Tapi warga kami selalu sabar meski tetap kesulitan air,” ungkap Burhan.

Diharapkannya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima dapat membantu menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki. Agar warga tidak perlu jauh untuk mengambil air bersih dengan mengisi bak-bak penampungan air. “Air menjadi barang mahal, bahkan warga mengeluarkan biaya lebih banyak untuk mendapatkan air,” kata Burhan. “Kondisi kesulitan air bersih ini sudah sejak Mei lalu,” Kata Burhan.

Pembagian air mineral kemasan di salah satu rumah Pembina Pramuka  itu disambut sukacita warga setempat dibantu para pembina pramuka di Kecamatan Wawo.  Mereka datang berbondong-bondang setelah mendengar pengumuman yang disampaikan Kepala Desa, Burhan melalui pengeras suara. Masing-masing KK mendapatkan satu dus air mineral dalam kemasan. Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bima. (pian)

 

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Memeringati HUT ke 59 Pramuka serta HUT ke- 75 RI, gerakan Saka Wira Kartika Pangkalan Kodim 1608/Bima, menggelar penanaman 2.500 pohon mahoni....

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Jajaran Pendidikan di Kecamatan Wawo, bersama guru dan kepala sekolah (Kasek), bekerjasama untuk menggairahkan kembali Gerakan Pramuka melalui Gugus Depan (Gudep) yang...

NTB

Mataram, Bimakini.- Kwarda NTB siap menjadi garda terdepan dalam upaya mewujudkan NTB Hijau melalui gerakan zero waste. Hal itu disampaikan Kak Kwarda NTB, Drs....

NTB

Mataram, Bimakini.- Pimpinan Satuan Karya Pramuka Bahari NTB dikukuhkan oleh Kwarda NTB yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph.d,...

Pendidikan

Bima, Bimakini.-  Komunitas Pramuka Peduli bekerja sama dengan Gugus Depan (Gudep) SMAN 2 Soromandi menggelar Kemah Bakti mulai Jumat hingga Ahad.  Kegiatan itu meliputi ...