Connect with us

Ketik yang Anda cari

Politik

Gema-Pis dan Rumah Cita Sentuh Pemilih Pemula di Wera

Sosialisasi bagi Pemilih Pemula di SMAN 1 Wera oleh Gema Pis dan Rumah Cita

Bima, Bimakini.com.- Gerakan Masyarakat Pemilih Cerdas (Gema-Pis) dan Rumah Cita terus gencar melakukan kegiatan untuk mendorong partisipasi pemilih. Termasuk kalangan pelajar di SMAN 1 Kecamatan Wera, Kamis (26/11/2015).

 

Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, selain mendapatkan doorprize juga menandatangani pakta integritas bersama mendukung pilkada damai, berkualitas dan berintegritas. Selain itu diberikan simulasi cara mencoblos yang benar dengan membagikan contoh surat suara dari KPU Kabupaten Bima.

Wakil Kepala SMAN 1 Wera, Harianto, S.Pd menyampaikan apresiasi kepada Rumah Cita dan Gema-Pis untuk sosialisai bagi pemilih pemula. Pihaknya mengaku senang dengan cara penyampaian yang atraktif dan menyenangkan bagi siswa. “Kami berharap pemilu mendatang, siswa diberikan pendidikan politik seperti ini, sangat edukatif sekali sosialisasinya,” ujarnya.

Mengharapkan kegiatan ini dapat dilakukan pada lima tahun mendatang saat pelaksanaan Pilkada Kabupaten Bima. Materi yang diberikan sangat edukatif dan memberi pengalaman baru bagi siswa.”Kami dari sekolah merasa puas dengan sosialisasi ini, kami minta Rumah Cita dan Gema Pis di pemilu mendatang, bisa memberikan sosialisasi lagi,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Cita, Muhammad Yunus, mengaja siswa untuk menjadi Pemilih Pemula yang Cerdas dan Hebat. Serta membangun kesadaran politik siswa untuk ambil bagian dalam momentum Pilkada 9 Desember 2015.

Bagaimana menjadi pemilih pemula yang cerdas? Dijelaskan Yunus, untuk menjadi pemilih cerdas, harus mengenal semua pasangan calon bupati dan wakil bupati Bima, mengenal latar belakangnya, mengetahui visi-misi serta programnnya. Karena lewat visi-misi dan program itulah tergambar apa yang akan dilakukan calon kepala daerah itu ke depannya.

“Gambaran visi-misi dan program pasangan calon akan mencerminkan bagaimana Kabupaten Bima lima tahun mendatang. Untuk itu, sebagai pemilih harus pandai memilih dan memilah, mana calon pemimpin yang dapat memberi harapan untuk perbaikan Bima dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskannya, Pemilih Cerdas itu juga menolak segala bentuk intervensi atas kemerdakaannya untuk menentukan pilihan. Misalnya menolak iming-iming sesuatu atau diberikan uang agar memilih calon tertentu.

Mengapa harus menghindari money politic? Kepada siswa dijelaskannya bahaya politik uang. Bahwa politisi yang menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan, tidak akan memberikan perubahan baik bagi masyarakat. “Money politic akan melahirkan pemimpin yang korup dan korupsi itu sendiri adalah sumber kesengsaraan rakyat,” tegasnya.

Saat sosialisasi beberapa kuis diberikan kepada siswa dengan hadiah tas, bulpoin, pin dan juga membagikan contoh surat suara. Hadiah itu sumbangan dari KPU Kabupaten Bima yang ikut mendukung dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Diakhir acara, siswa menandatangani pakta integritas bersama, mendukung Pilkada damai, berkualitas dan berintegritas. (BE.25)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Berita

SEJAK November lalu, saya bersama tim kecil mencoba untuk membaca peta potensi apa yang bisa membantu pengembangan ekonomi masyarakat Bima. Selain meneliti data, melihat...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Tiga warga Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, sekaligus simpatisan atau pendukung Cakades nomor urut 4, Usman yang biasa disapa Dae Papua melaporkan kasus...

Pendidikan

Bima, Bimakini.com.- Selain bertugas mengatur lalulintas, Sat Lantas Polres Bima juga peduli  terhadap  kegiatan lainnya. Seperti saat ini,  dalam kegiatan Polisi Peduli Pelajar. Mereka...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Maraknya penjual petasan saat  bulan Ramadan   menjadi atensi aparat Kepolisian. Selain meresahkan masyarakat yang sedang beribadah, juga membahayakan.

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.-  Kontroversi pembagian los pasar Tente semakin meruncing saja. Pembahasan yang berkali-kali dilakukan, belum menemukan titik temu penyelesaian. Aksi demo saling menyuarakan aspirasi...