Peristiwa

GP Ansor: Hilangkan Citra Nusa Tenggara sebagai Daerah Terorisme

Kota Bima, Bimakini.com.- Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota dan Kabupaten Bima, Selasa (17/11/2015) akan menggelar Sarasehan Regional dengan tema “Strategi Pencegahan dan Penanggulangan Radikalisme dan terorisme di wilayah Nusa Tenggara. Kegiatan itu dihadiri oleh Mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Tim Ahli BNTP, Polda NTB, Ketua MUI Kabupaten Bima, Drs. H. Abdurrahim Haris, MA, serta Pengurus Wilayah GP Ansor NTB, Dzul Amirul Haq.

 

Ketua GP Ansor Kota Bima, Muh. Rusydi mengatakan kegiatan ini sebagai upaya untuk memulihkan citra Islam yang cenderung dinilai minor. Menjadi tanggungjawab bersama untuk menunjukkan bagaimana Islam menjadi rahmat bagi semesta alam. “Untuk itu kami mengundang narasumber yang memiliki kompetensi memberikan pencerahan tentang bagaimana sesungguhnya Islam, sehingga tidak diidentikkan terus dengan kekerasan,” ujarnya.

Kegiatan ini, kata Rusydi, tidak hanya melibatkan peserta dari Kota dan Kabupaten Bima, namun juga dari Dompu, Sumbawa, Lombok, serta dari NTT. Banyaknya peserta yang dilibatkan, diharapkan dapat meluaskan pemahaman Islam Rahmatan Lil Alamin. “Sementara target peserta dalam kegiatan ini sebanyak 400 orang dari berbagai elemen, termasuk pelajar” katanya.

Tidak bisa ditampik, kata dia, bahwa Bima dilekatkan dengan daerah yang memiliki embrio terorisme. Kenyataan ini menghentak kesadaran bagaimana mengembalikan citra Bima yang agamis dan ramah. “Selain sarasehan, akan ada penandatangan bersama untuk menolak dan melawan terorisme, karena tidak menjadi bagian dari ajaran Islam,” terangnya.

Rusydi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima, yang ikut mendukung suksesnya sarasehan regional. Diharapkannya kemitraan ini dapat mewujudkan citra Dana Mbojo yang baik. “Memulihkan citra Bima, Dompu atau wilayah Nusa Tenggara adalah tanggungjawab kita bersama, tidak hanya pemerintah,” katanya. (Hasyim)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top