Politik

Pemilih Pemula SMAN 1 Wawo Ikut Sosialisasi Pilkada

Bima, Bimakini.com.- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima dan Gerakan Masyarakat Pemilih Cerdas (Gema-Pis) menggelar sosialisasi bagi Pemilih Pemula di SMAN 1 Wawo, Selasa (24/11/2105). Penyampaian materi oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Muhammad Waru, SH, MH dan Koordinator Gema-Pis menarik perhatian siswa. Apalagi ditengah penyampaian materi, disertai pertanyaan berhadiah.

 

Peserta pun berusaha menyimak materi yang disampaikan, apalagi untuk pertama kalinya akan menggunakan hak politik. Kepala SMAN 1 Wawo, Muhtar, S.Pd menyampaikan apresiasi dengan adanya sosialisai bagi pemilih pemula. “Semoga apa yang disampaikan dapat bermanfaat bagi pelajar,” ujarnya.

Ketua Divisi Sosialisasi KPU Kabupaten Bima , Muhammad Waru, SH, MH, mengatakan Pilkada Kabupaten Bima saat ini sudah memasuki tahap pelaksanaan, yakni kampanye. Pilkada Kabupaten Bima diikuti oleh empat pasangan calon yang akan dipilih pada 9 Desember 2015.

Meski masih pemilih pemula, Waru mengajak siswa untuk dapat menggunakan hak pilihnya dan menjadi pemilih cerdas. “Memilih adalah hak yang dilekatkan pada warna negara yang telah memenuhi persyaratan, seperti berusia 17 tahun dan atau telah menikah,” ujarnya.

Disarankannya, bagi siswa yang belum terdaftar sebagai pemilih, masih memiliki kesempatan dengan menunjukkan KTP, Kartu Keluarga, dan atau surat keterangan domisili dari pemerintah desa. “Saat pemungutan suara, silahkan datang ke TPS dan menunjukkan identitasnya,” sarannya.

Pemilih yang belum mengetahui apakah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), disarankan untuk mengecek. Jika tidak, dapat melaporkan pada petugas, sehingga bisa didata. “Jika ingin menjadi warga Kabupaten Bima yang baik, maka berikanlah hak suara 9 Desember nanti,” ajaknya.

Sementara itu, Koordinator Gema Pis, Sofiyan Asy’ari, menyampaikan bagi pemilih Pemula, Pilkada menjadi kesempatan penting untuk terlibat menggunakan hak politik. Karena hak politik ini sangat berharga untuk menentukan masa depan daerah, maka harus dapat menggunakannya dengan tepat dan cerdas.

Bagaimana menjadi pemilih pemula yang cerdas? Dijelaskannya, bagi pelajar harus tahu siapa bakal calon bupati dan wakil bupati Bima yang akan maju dalam Pilkada 9 Desember mendatang. Tahu akan identitas masing-masing, baik nama maupun latar belakang.

“Setelah mengetahui siapa calon, maka bagaimana cara untuk menyukai salah satunya. Itu bisa dilakukan dengan membaca visi-misi serta programnya. Apakah ada yang sesuai dengan pikiran pemilih pemula atau program yang ditawarkan menjawab problem sosial,” terangnya.

Pelajar juga, kata dia, bisa memunculkan pertanyaan kritis. Apakah yang dibutuhkan dari pasangan calon tersebut. “Pertanyaan itu kita cari jawabannya lewat membaca visi-misi serta programnya. Atau informasi yang diperoleh atau didengar dari kegiatan kampanye yang dilakukan pasangan calon tersebut ke desa-desa dan kecamatan-kecamatan,” ujarnya.

Dia mengajak agar pemilih pemula tidak masuk Golongan Putih (Golput Pemilih). Golput bukanlah pilihan bijak dan tepat bagi semua masyarakat. Memilih berarti menentukan bagaimana regulasi kepemimpinan di daerah. “Maka, mari menolak Golput, karena bukan sikap bijak masyarakat terdidik,” ujarnya.

Selain menolak Golput, ingatnya, menolak Money Politic. Politik uang mengganggu tatanan demokrasi dan pemerintahan. “Jangan menggadaikan suara, harga diri dan kehormatan politik pribadi dengan uang atau imbalan apapun yang bertujuan untuk memengaruhi pilihan orang lain,” pungkasnya. (BE.25)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top