Connect with us

Ketik yang Anda cari

Dari Redaksi

Bukan Zona Merah!

ilustrasi

Pencoblosan, penghitungn surat suara, perekapan tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan telah dilalui. Semuanya landai-landai saja. Suatu lompatan  kondisi keamanan wilayah yang berbeda dibandingkan dengan ajang sebelumnya. Kini, perekapan tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima dihelat. Tidak pergerakan berarti dari kelompok manapun, hanya isu (sesat) pembakaran kantor baru Pemerintah Kabupaten Bima yang sejenak menghentak suasana  kenyamanan. Hingga Rabu sore, belum ada hal-hal yang dianggap krusial yang memaksa aparat dikerahkan dalam  jumlah lebih.

 

Konfigurasi kondisi keamanan wilayah Kabupaten Bima itu merupakan panorama ‘Indah’ dan suatu ‘ke-Azaib-an’ yang perlu ‘di-Syukuri’ bersama. Paling tidak hingga Rabu sore, kita telah mampu mewujudkan keamanan dan kenyamanan suasana. Kita telah mengikuti ‘Kata Hati’ sebagaimana fitrah kemanusiaan. Hanya nafsu yang diperturutkan-lah merobek perdamaian. Semoga begitu seterusnya.

Soal  suasana pra, saat, dan pascapencoblosan yang relatif
kondusif ini yang  dipuji oleh Dandim 1608 Bima dan Kapolres Bima Kota. Dua pejabat itu  memuji warga Bima yang telah bekerja sama mendukung keamanan wilayah. Kondisi saat ini merupakan bukti masyarakat sudah cerdas dan menyadari arti penting keamanan  wilayah. Wilayah Sape dan Lambu  yang keseluruhan Tempat Pemungutan Suara-nya dibandrol Rawan 1, ternyata tidak ada riak-riak berarti.  Apakah ini cerminan kedewasaan berpolitik di tengah  masyarakat? Semoga demikian, karena sejatinya keributan dan ketegangan kontraproduktif dengan mimpi kita mewujudkan Pilkada Damai.

Sekali lagi, kondisi hingga Rabu sore itu, ada pesan simbolik tegas yang ingin disampaikan publik kepada pihak luar. Dana Mbojo tidak lagi layak disemati bandrol stigma Zona Merah jika merujuk kondisi selama tahapan Pilkada. Sekarang Zona Biru…! Semoga seterusnya. Tentu memalukan jika setiap kompetisi politik Mbojo selalu masuk dalam lirikan untuk diberi pengamanan ekstra. Memang, harus diakui, rentetan kejadian masa lalu menggambarkan masyarakat yang mudah meletup dan terprovokasi suasana.

Semoga pula, pesan simbolik lain yang ingin disampaikan masyarakat adalah mereka telah memahami dan belajar dari peristiwa masa lalu, lalu mulai ada hentakan kesadaran  yang mendewasakan sikap. Seperti pujian Kapolres, warga Kabupaten Bima begitu cerdas memaknai pesta demokrasi ini. Semoga pula demikian seterusnya…(*)

Iklan. Geser untuk terus membaca.
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

SEMPAT meneteskan air mata ketika menyaksikan Palu yang porak poranda dari kaca pesawat sebelum mebdarat di kota itu. Hari pertama tiba, langsung menangani pasien...

Politik

Bima, Bimakini.com.- Kondisi kekinian roda pemerintahan Kabupaten Bima dinilai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bima, Ady Mahyudi-A Zubair, merosot. Hakikat  pemerintah menjadi pelayan bagi...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.com.- Bima masih dianggap sebagai zona merah, baik karena konflik sosial ataupun masalah terorisme. Namun, ada yang menyampaikan ke Pemerintah Kota (Pemkot)...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Dalam rangka Meningkatkan Pemahaman Keselamatan Berlalu Lintas,  Kamis (28/10/2015), Dinas Perhubungan bersama PT. Jasa Raharja Persero Bima  mengadakan acara sosialisasi Undang –...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.com,-Dua pemuda  ditangkap anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror Mabes Polri di Alas, Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu (19/7) lalu...