Pendidikan

Peserta Jambore Daerah Kecewa Tenda Pramuka Jutaan Rupiah Raib

Tenda peserta Jamda dari Kabupaten Bima dengan kondisi seadanya. Tenda Kwarcab yang nilainya jutaan diduga rupiah raib.

Bima, Bimakini.com.- Pengelolaan asset Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bima harus dikelola dengan baik. Asset adalah inventaris organisasi yang selalu ada jika dibutuhkan.

Demikian dikatakan Arief Rachman Koordinator Pramuka Peduli saat menyambut kepulangan kontingen Jambore Daerah Kwarcab Bima yang balik dari kegiatan Jambore Daerah, Senin (21/12) di MAN 3 Bolo dengan upacara sederhana.

“Lha, ini saat dibutuhkan untuk kegiatan perkemahan tendanya tidak ada. Disimpan dan disembunyikan layaknya milik pribadi,” katanya.

Pasalnya, Arief yang juga Wakil Sekretaris Kwarcab Bima merasa kecewa dengan cerita adik – adik bahwa mereka hanya menggunakan tenda seadanya, itupun tenda yang dipinjam dari kepunyaan pribadi salah satu Pelatih. “Iya kak, inikan musim hujan, kami tidak diberikan pinjaman tenda oleh Kwarcab Bima. Malah, kami ini pinjam tenda salah seorang pelatih,” cerita Uswatun Pimpinan Regu (Pinru) peserta Jamda.

Hal yang sama juga dikeluhakan oleh Pimpinan kontingen Kak Rahman Rifai, terpaksa saat hujan saya harus mengelurkan kocek pribadi untuk membeli tarpal. Dan, harus mengungsikan adik – adik kerumah penduduk terdekat karena tendanya kemasukan air.

“Saya sudah minta ke Kwarcab, tapi sama sekali tidak ada tanggapan padahal waktunya tinggal satu hari sebelum keberangkatan,” aku Rahman Rifai.

Menanggapi, kekecewaan Kontingen Jambore Daerah, arief mengatakan sebenarnya Kwarcab Bima baru membeli tenda. Sayangnya tenda ini raib tidak jelas dimana rimbanya. Baru dibeli di cek di sekretariat tendanya tidak ada.

“Iya, nanti saya akan tanyakan kenapa tenda milik kwarcab tidak diberikan kepada kontingen Jambore Daerah. Tenda itukan milik Organisasi Pramuka bukan milik pribadi yang harus disimpan secara pribadi pula.” Kesal Arief.

Saya juga mendapatkan keluhan dari salah seorang pelatih, kalau ada alat pencetakan kartu saat ini dikuasai secara pribadi oleh salah satu anggota Kwarcab. Padahal, menurutnya alat tersebut harus dikelola oleh sekretariat pramuka.

“Harusnya, asset milik organisasi pramuka harus ditata dan dikelola dengan baik. Bukan dikelola secara pribadi dan bukan menjadi hak milik pribadi,” tutup Arief. (Pian)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top