Peristiwa

PMII Bima Gelar Tausiyah dan Deklarasi Bersama Tolak Terorisme

Kegiatan Tausiyah yang dilaksanakan oleh PMII Cabang Bima, di Majid Al Anshar Panatoi Kota Bima.

Kota Bima, Bimakini.com.- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesua (PMII) Cabang Bima, Senin (28/3/2016) menggelar zikir dan tausiyah di masjid Al Anshor Penatoi. Tausiyah dengan tema “Islam; Jalan Benar dan Terang, Mengukuhkan Islam Rahmatan Lil Alamin” menghadirkan dua penceramah, yakni Ustadz Musthofa Umar dan Ustadz M. Mutawali, MA.

 

Zikir dan tausiyah itu juga dirangkai dengan deklarasi bersama, diantaranya menolak kekerasan atas nama agama, radikalisme dan terorisme. Berkomitmen mewujudkan Bima yang kondusif, ramah dan berteman. Semua itu membutuhkan komitmen bersama untuk mewujudkannya dan membangun citra Bima yang lebih kondusif.  

Wali Kota Bima, yang diwakili Kepala Dinas Sosial Kota Bima, Drs. H. Muhidin A.S. Dahlan M.M, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh PMII Cabang Bima. Ditegaskannya bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, sehingga dalam pemahaman jihad harus dimaknai lebih luas. “Mencari nafkah itu juga adalah jihad,” jelasnya.

Kabag Binmas Polres Bima Kota, IPTU M, Yamin, menilai kegiatan yang dilakukan PMII melalui tausiyah sangat positif. Model kegiatan ini sebagai bentuk pengembangan penyuluhan atau pencerahan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ustadz Musthofa Umar dalam ceramahnya menegaskah Islam tidak lepas dari upaya membangun hubungan dengan  Alloh dan manusia. Umat Islam harus dapat memahami dakwah secara benar, terutama generasi muda agar tidak dalah dalam memahami Islam.

Demikian juga dengan Ustadz M. Mutawali, MA menyatakan Nabi Muhammad SAW diutus sebagai penyempurna akhlak. Nabi telah  mengajarkan toleransi, seperti yang dipraktikkan saat hijarah dari Mekkah ke Madinah. Namun, kenyataannya saat ini citra Islam dirusak oleh oknum tertentu.

Ketua PMII Cabang Bima, Awalul Rahman mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk dakwah dalam membumikan Islam Rahmatan Lil Alamin. Sekaligus untuk membangun citra Islam yang positif dan Bima yang aman dan damai.

Bima harus diakui masih dilekatkan dengan berbagai stigme negatif, seperti maraknya konflik komunal dan isu terorisme. Kegitan tausiyah di masjid diharapkan bisa menjadi pencerahan bagi semua umat Islam di Bima. (BE.25)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top