Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Penangkar Bibit Kedelai tidak Sepenuhnya Salah

ilustrasi

Bima, Bimakini.com.- Pengadaan  bibit   kedelai  bagi  petani untuk Musim Kemarau (MK) I tahun 2016 beberapa waktu lalu yang dilakukan  sejumlah penangkar,  bukan sepenuhnya kesalahan mereka. Hal itu dikatakan  anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bima, Ruslan, SPd, Sabtu (11/6/2016) di  Bolo.

 

Dijelaskannya, hal itu  berdasarkan hasil klarifikasi yang dilakukan  Komisi II  bersama sejumlah penangkar  beberapa waktu lalu. Dalam pengadaan itu, penangkar  sudah melaksanakan beberapa tahapan sesuai  pedoman teknis pengadaan bibit. Sebagai buktinya, mereka telah mendapatkan label dari BPSBTPH Kabupaten Bima.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

  Diakuinya, meski bukti fisik di lapangan ditemukan ada  bibit  kedelai yang diterima oleh masyarakat petani ada yang daya tumbuhnya kurang, akan tetapi hal itu tidak terjadi secara merata. “Kan ada juga bibit yang disalurkan oleh para penangkar yang daya tumbuhnya tinggi,” jelasnya.

  Katanya,  dari bibit yang ditemukan kurang daya tumbuhnya, bukan semata-mata disebabkan oleh faktor bibit yang kurang berkualitas. Akan tetapi,  juga disebabkan oleh faktor pola tanam masyarakat yang tidak sesuai  petunjuk teknis. “Atau bisa juga karena faktor cuaca yang tidak bersahabat saat itu,” paparnya.

Selain karena terindikasi  beberapa faktor itu,  juga diduganya  ada beberapa oknum petani penerima bantuan itu yang tidak memanfaatkan sesuai aloaksi. Seperti petani sudah menerima bantuan bibit, tetapi mereka tidak menanamnya dan  pada lahan yang mereka miliki mestinya ditanam kedelai, tetapi ditanami kacang ijo.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Namun,  selaku wakil rakyat tetap memerjuangkan dan mengedepankan aspirasi rakyat. Dalam waktu dekat akan memanggil kembali sejumlah penangkar untuk klarifikasi lagi, supaya dibalik persoalan yang terjadi bisa diketahui  pasti apa  penyebabnya sehingga daya tumbuh bibit kedelai di MK I kurang.

“Insha Allah dalam waktu dekat sejumlah penangkar  akan kita undang kembali untuk klarifikasi kembali,” janji Ketua Tani Muda ini. (BE29)

Iklan. Geser untuk terus membaca.
Share
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Belajar pola dan sistem pertanian jagung,  Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Habib Ismail Yahya kunjungan kerja ke petani jagung So Tolo Mango, Desa...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Kasus dugaan kelompok tani (Poktan) fiktif penerima bibit kedelai senilai Rp 22 miliar terus diusut oleh Unit Tipikor Polres Bima Kabupaten. Belum lama ini, sejumlah...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.com.-      Pemerintah Kabupaten Bima sudah menerapkan lima hari kerja sejak sebulan terakhir. Pemantauan terhadap kepatuhan Satuan Kerja Perangkat daerah dan Unit Pelaksana ...