Hukum & Kriminal

Polsek Woha Razia Petasan dan Mercon

ilustrasi

Bima, Bimakini.com.- Maraknya penjual petasan saat  bulan Ramadan   menjadi atensi aparat Kepolisian. Selain meresahkan masyarakat yang sedang beribadah, juga membahayakan.

 

Setelah menerima laporan masyarakat, Mapolsek Woha langsung merazia petasan dan kembang api di wilayah setempat, Selasa (14/6/2016) lalu.  Aparat  berhasil menyita puluhan dus petasan dan kembang api dari tangan penjual.

Kapolses Woha, IPDA Salahuddin,  yang  dihubungi  menjelaskan razia tersebut setelah  ada  laporan dari masyarakat yang mengaku   suara petasan kerap menggangu selama ibadah puasa. “Razia petasan ini karena adanya aporan masyarakat yang resah   suara petasan saat ibadah puasa,” katanya di Woha.

Dikatakannya, petasan yang dirazia  berasal  dari tangan pedagang  yang menjual secara ilegal atau tidak mengantungi izin. “Petasan ini dari pedagang yang menjual secara bebas, tanpa ada izin,” katanya.

Puluhan petasan dan kembang api berhasil disita dalam operasi tersebut, bahkan bunyi petasan ini mengancam gendang telinga. “Ada sekitar puluhan dus petasan dan kembang api disita,” sebutnya.

Dia mengimbau agar menjaga ketertiban saat bulan puasa,  tidak membunyikan petasan saat umat Islam beribadah. “Kita harus menghormati umat Islam yang beribadah,” ajaknya. (BE34)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top