Hukum & Kriminal

SDN Inpres Palisondo Dipalang Warga

Bima, Bimakini.com.- Aksi pemalangan sekolah kembali terjadi. Kali ini menimpa  Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Palisondo Desa Sondosia, Kecamatan Bolo. Aksi itu diduga dilakukan Bahrudin  Husen, yang mengelaim ahli waris dari Husen Bakara (alm).

 

Aksi  itu  terjadi pada Rabu (23/6/2016) pagi. Mereka memalang  seluruh pintu ruangan kelas  menggunakan bambu.   Hingga saat ini, Bahrudin mengelaim  belum menerima sepersen pun ganti- rugi  tukar guling dari  Pemerintah  Kabupaten Bima.

 Bahrudin yang dikonfirmasi di Mapolsek Bolo sesaat pascapemalangan sekolah setempat mengatakan, aksi  itu selaku ahli waris dari almarhum Husen Bakara yang memiliki lahan untuk pembangunan SDN Inpres Palisondo. Hingga kini   selaku ahli waris belum pernah menerima biaya ganti rugi sepersen pun  dari Pemkab Bima.

Dikatakannya,  pembangunan SDN Inpres Palisondo  dilakukan sekitar tahun 1974 silam dan sudah beberapakali mengajukan surat permohonan ganti rugi kepada Pemkab Bima. Pada 01 Juni lalu  pernah mengirimkan surat permohonan yang sama, sebelumnya  18 Januari 2016. “Namun, hingga saat ini tidak juga ada kabar yang diterima oleh pihaknya selaku ahli waris dari Pemkab   Bima,” ungkapnya.

Dijelaskannya, setelah surat permohonan ganti rugi   tidak diindahkan,  Rabu pagi  terpaksa mengambil langkah pemalangan  agar pihak pemerintah memerhatikan aspirasi.

 Aksi  itu  karena sudah bosan  menunggu tindaklanjut   Pemkab  Bima yang tidak kunjung ada. “Sepanjang  tuntutan  tidak diindahkan, maka sepanjang itupula selaku ahli wari akan menyegel sekolah itu,” tegasnya.

Ditambahkannya, jika pemalangan ingin dibuka atau tidak lagi dilakukan pada hari-hari berikutnya,  diharapkan pemerintah bisa memenuhi  keinginan  ahli waris. “Jika ingin sekolah tidak disegel, ya berikan biaya ganti rugi atau secepatnya memberikan atau  upaya tukar guling,” katanya.

 Aksi  itu mendapat kecaman dan kritikan dari sejumlah wali murid. Mereka  menyesalkan  dan mengapa tidak dilakukan sejak  dulu. Tindakan itu merugikan anak-anak. Kalau hanya sekadar minta ganti rugi atau tukar guling, jangan sekolah yang dijadikan sasaran. “Minta dan ngomong sama pemerintah, masa minta ganti rugi kok sekolah yang disegel,” ujar seorang wali murid. (BE29)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top