Pendidikan

Ini Cara Camat Belo Redam Perkelahian Antarpelajar

Camat Belo, Bambang Setiawan, S.SosCamat Belo, Bambang Setiawan, S.Sos

Camat Belo, Bambang Setiawan, S.SosCamat Belo, Bambang Setiawan, S.Sos

Bima, Bimakini.- Pemerintah Kecamatan Belo terus berusaha untuk mewujudkan kehidupan sosial masyarakat di sembilan desa agar damai dan rukun. Namun, justru upaya itu tercoreng dengan maraknya perlekahian di lingkungan SMAN 1 Belo.

Camat Belo, Bambang Setiawan, S.Sos mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Seolah upaya yang dilakukan pihaknya dalam mewujudkan kehidupan sosial yang damai terbentur.

Apalagi selama ini, kata dia, daerah Belo kerap perkelahian dilanda konflik horizontal. Kenyataan yang terjadi di SMAN 1 Belo menjadi perhatian sendiri, sehingga melibatkan semua unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) untuk memikirkan solusinya.

“Belakangan ini kondisi kehidupan masyarakat di sembilan Desa Kecamatan Belo makin membaik, tapi maraknya perkelahian antar siswa di SMAN 1 Belo seakan berbanding terbalik,” ujar Bambang.

Bahkan, baginya SMAN 1 Belo seolah menjadi satu desa yang belum selesai persoalan sosial didalamnya. “Menurut saya Kecamatan Belo sudah menambah satu Desa yakni SMAN 1 Belo, karena semua anak bersekokah disini dan harus kami urus dan perhatikan, dari jaman lahirnya Belo perkelahian tetap ada, hanya kuantitas dan kualitas yang membedakan,” jelasnya.

Meski, kata dia, ada kesan mengintervensi internal sekolah. Namun dalam rangka mencari kebaikan, menekan terjadinya perkelahian antar siswa, pihaknya menambah tugas baru yakni mengawasi siswa yang berada di luar maupun di dalam lingkungan sekolah.

“Sebenarnya yang terjadi ini karena menguji keberanian mental bukan keinginan untuk berkelahi. Beberapa tahun terakhir berkurang, pihak sekolah sudah membuka diri,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan memantau kondisi di SMAN 1 Belo membuahkan hasil. Muspika, pihak sekolah, kepala desa dan tokoh masyarakat terlibat dalam membahas persoalan perkelahian siswa di SMAN 1 Belo.

“Anggota Polsek Belo, Koramil Belo dan Sat Pol PP Belo standby dan merajia siswa membawa sajam baik saat jam masuk maupun jam pulang sekolah,” terangnya.

Kata Bambang, selain pengawasan dan rajia dilakukan pihak aparat, sekolah juga diminta untuk menyerahkan nama siswa yang nakal di sekolah. Tujuannya agar di bina oleh kepala desa dan lembaga desa. “Siswa yang sering berkelahi sudah dilaporkan ke desa untuk di bina,” pungkasnya. (BE34)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top