Connect with us

Ketik yang Anda cari

Olahraga & Kesehatan

Keluarga Peraih Emas PON ini, Berharap Bonus Umrah buat Orang Tua

BIMA memang sudah sejak lama dikenal sebagai gudangnya atlet atletik. Banyak prestasi yang telah diukir anak-anak Bima, baik di tingkat provinsi NTB maupun nasional, bahkan ada yang mampu mengukir prestasi di tingkat internasional. Di masa lalu kita kenal pelari Hasan Roka, H Ismail Lewirato, M Tayeb Wawo dan lain-lain. Apakah tradisi prestasi atletik itu berlanjut?  Sejumlah anak Bima kini mampu mengukir prestasi membanggakan, salah satunya adalah peraih medali emas, sekaligus pemecah rekor PON, Andrian. Siapakah anak muda ini? Berikut catatan wartawan Bimakini.com, Syaiful.  

Andrian/foto dok.fbpribadi

Andrian/foto dok.fbpribadi

Andrian baru saja memecahkan rekor PON, sekaligus mempersembahkan medali emas pertam bagi kontingen NTB di PON XIX Bandung. Pria 25  tahun warga RT 10, RW 03 Desa Rasabou, Kecamatan Bolo ini mencatat waktu 51,83 detik. Catatan waktu tersebut memecahkan rekor PON sebelumnya yang dicatat Zulkarnaen Purba pada 7 Desember 2007 yakni 51,84 detik. Ia sangat bersyukur dan senang dengan pencapaiannya tersebut. Namun megaku belum puas, karena ia yakin bisa meraih hasil lebih baik karena catatan waktu terbaiknya adalah 51,36 detik.

Andrian lahir pada 12 Mei tahun 1999 lalu adalah putra kelima dari delapan bersaudara dari hasil buah perkawinan pasangan M. Yasin Abakar dengan Faridah. Mereka bermukim di RT 10, RW 03 Desa Rasabou, Kecamatan Bolo. Kakak pertama Andrian adalah Nurlaila, kemudian yang kedua Dewi Sri Wahyuningsih, ketiga Sulastria, ke empat Santi Murdani. Kemudian adiknya Rifki Faisal, dan Ikhsan Maulan, serta yang terakhir adalah Tiara Lestari,  yang saat ini masih duduk di bangku sekolah SMP. “Itulah  jumlah keluarga atau saudara kita,” aku kakak pertama Andrian, Nurlaila, SE, kepada Bimakini.com saat ditemui di kediamannya pada Minggu (25/9).

Pertama menginjak bangku sekolah, Andrian mengenyan pendidikan di  SDN 10 Sila. ‘’etelah tamat SD, Andrian melanjutkan pendidikan SMP ke Mataram. Dia masuk di SMPN 13 Mataram. Demikian  pula dengan pendidikan lanjutan atas, dia sekolah di SMAN 2 Mataram,’’ kata Nurlaila.

Koleksi medali yang diraih Andrian dari berbagai kejuaraan/foto dok.fbpribadi

Koleksi medali yang diraih Andrian dari berbagai kejuaraan/foto dok.fbpribadi

Tamat sekolah di SMA 13 Mataram, ia kemudian kuliah di  IKIP Mataram jurusan FPOK (Fakultas Pendidikan olahraga dan Kesehatan) pada tahun 2009 lalu.  ‘’Menurut rencana akan wisuda sekitar pertengahan Oktober ini,’’ tambahnya.

Karena prestasinya sebagai atlet, ternyata Andrian sudah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak 2010 lalu.  ” Andrian yang saat ini sudah menjadi pegawai setelah diangkat serentak bersama 25 orang atlet lainnya pada tahun 2010 lalu. Dia saat ini ditempatkan di Dinas Dikpora Provinsi NTB,” tambahnya.

Andrian kecil, sebenarnya lebih suka main bola. Cita-citanya malah ingin menjadi atket sepak bola, bukan menjadi pelari. ‘’Namun kehendak Illahi Rabbi lain, malah menjadikannya sebagai pelari dan sangat disyukuri karena sebagai pelari adik kita menjadi tenar juga mendapatkan pekerjaan yang baik,” terangnya.

Awal Andrian  masuk sebagai pelari, sejak ia duduk di bangku SMP.  Saat itu Andrian disuruh sama guru olah raganya untuk ikut lomba lompat tinggi dan lompat jauh yang saat itu langsung menyabet juara I tingkat SMP. Ia kemudian diutus  untuk mengikuti Porseni di Mataram yang saat itu digelar di Asrama Haji sekitar tahun 2005 lalu.  Di ajang Porseni ini pun, bakan Andrian semakin terlihat dengan berhasil meraih juara I tingkat Pronvinsi NTB pada ajang lomba lompat jauh dan lompat tinggi.

Iklan. Geser untuk terus membaca.
Andrian dengan pakaian kerja di Dinas Dikpora NTB.

Andrian dengan pakaian kerja di Dinas Dikpora NTB.

Dari prestasi inilah kemudian mengubah jalan hidup Andrian. Dia kemudian masuk PPLP Mataram tahun 2005 untuk mendapatkan bimbingan atas prestasinya. Tetapi uniknya, ia tidak dilatih untuk lompat tinggi atau lompat jauh, tetapi berubah menjadi ‘calon’ atlet lari gawang. Dari sinilah Andrian kecil mulai mengukir prestasi setelah mengikuti berbagai kejuaraan baik di tingkat provinsi, kejurnas,  juga di tingkat  Asean Games. Pada ajang Asean Games Singapura tahun 2015, dia meraih medali perak, kemudian Sea Games Palembang dapat Perunggu. Kiprahnya di  PON dimulai pada PON di Riau 2012 dia memperoleh medali perunggu dan emas. Kemudian  Arafura Games di Australia mendapat tiga medali perak dan perunggu. Selanjutnya di ajang  Asean University Thailand meraih dua perak. Andrian kemudian diikutkan pada Kejurnas Antar PPLM tahun 2010, dan  meraih medali emas, selanjutnya Asean School Thailand dapat emas dan perunggu. Pada ajang  Sea Games Myanmar 2013, ia  mendapat perunggu dan terakhit di PON Bandung, Andrian mampu mempersembahkan emas pertama buat kontingen NTB di cabang atetik. “Itulah prestasi yang ditelah dicatat oleh adik kita Andrian sebagai atlit pelari gawang,” bebernya.

Baca: Anak Bima ini Raih Emas di PON Bandung

Keluarga Andrian berharap, atas prestasi yang diraih tersebut, pihak pemerintah Kabupaten Bima maupun  Pemprov NTB dapat memberikan penghargaan yang layak. ‘’Bagaimana pun ini kan prestasi anak Bima yang membanggakan di ajang nasional dan internasional, di tengah krisis prestasi anak muda sekarang ini,’’ harapnya.

Prestasi Andrian memang patut diberi apresiasi. Andrian bias menjadi inspirasi bagi setiap generasi untuk berprestasi. Salah satunya adalah di bidang olah raga. Di tengah hiruk pikuk masalah anak muda yang terkait dengan penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang serta minuman keras saat ini, Adrian bias menjadi sosok idola. Prestasi yang diukirnya, nyaris tidak diketahui oleh masyarakat Bima sendiri, karena Andrian meninggalkan Bima sejak bergabung dengan PPLP Mataram pada 2005 lalu.

Nurlaila (kanan) kakak kandung Andrian, bersama Rizki (adik).

Nurlaila (kanan) kakak kandung Andrian, bersama Rizki (adik).

 

Saat Bimakini.com mendatangi rumahnya di Bolo, kedua orang tua Andrian ruanya sudah hadir di Bandung untuk memberikan dukungan semangat dan moril buat putranya itu. Informasi yang diperoleh Bimakini.com, peraih medali emas untuk provinsi NTB, mendapatkan bonus Rp150 juta. Nilai ini jauh di bawah Papua atau DKI Jakarta yang menyediakan bonus Rp1 miliar untuk setiap medali emas yang diraih atlet mereka pada ajang PON XIX ini.

Telah mengharumkan nama Kabupaten Bima dan Provinsi NTB di kancah nasional, membuat keluarga berharap ada bonus tambahan. ‘’Kami berharap ada bonus rumah untuk orang tua Andrian. Atau paling tidak diberikan bonus umrah. Ini hanya harapan kami, semuanya aan kembali kepada pengambil keputusan di daerah ini,’’ harap Nurlaila.

Menurut Nurlaila, jika harapan itu bias diwujudkan oleh Pemerintah kabuoaten Bima atau Provinsi NTB, maka bias menjadi motivasi sendiri bagi seluruh generasi yang ada daerah ini. Harapannya, tentu agar terinspirasi untuk lahirnya banyak Andrian lainnya yang mampu mencatat prestasi dalam berbagai bidang. (*)

Iklan. Geser untuk terus membaca.
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

NTB

Mataram, Bimakini.- Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Wakil Gubernur, Dr.Hj. Siti Rohmi, menyerahkan bonus dan penghargaan kepada para atlet NTB berprestasi yang telah...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Peraih medali perunggu saat  SEA Games di Malaysia beberapa waktu lalu, Andrian, diterima oleh Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri di ruangan kerjanya, Senin...

NTB

Kuala Lumpur, Bimakini.- Tim atletik estafet putra Indonesia yang diperkuat dua pelari handal asal NTB, Fadlin dari Bima dan Iswandi dari Sumbawa Barat, sukses...

Olahraga & Kesehatan

Bima, Bimakini– Atlet kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara  Barat (NTB), Andrian,  berhasil menyumbang medali perunggu pada cabang atletik 400 meter halang rintang SEA Games Kuala Lumpur 2017. Keberhasilan pria...

NTB

Mataram, Bimakini.- Serangkaian kunjungan kerjanya di Kota Bandung, Jawa Barat, dalam rangka memenuhi undangan sebagai salah satu narasumber dalam acara Inspirasi Ramadhan di Masjid...