Hukum & Kriminal

Nekat Curas, Remaja ini Ditangkap

Dua tersangka (membelakangi kamera) yang ditahan bersama barang bukti hasil curas.

Dua tersangka (mengenakan baju tahanan) yang ditahan bersama barang bukti.

Bima, Bimakini.- Aparat Sat Reskrim Polres Bima Kabupaten dibantu anggota Polsek Belo berhasil menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam kasus pencurian disertai kekerasan (curas). Mereka adalah AD (16) dan HD (21). AD masih berstatus pelajar SMA di Kecamatan Belo.

Keduanya ditangkap di rumahnya masing-masing, Desa Renda Kecamatan Belo, Jumat (23/09) lalau. Keduanya diduga terlibat curas terhadap Fadlun, warga Desa Renda, di jalan lintas Tente-Langgudu atau perbatasan Renda-Cenggu.

Aksi itu terjadi pada Jumat (23/09) sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu korban yang berboncengan bersama suaminya dan diserempet menggunakan sepeda motor Vixion warna merah.

Kasat Reskrim Polres Bima Kabupaten, AKP Ilyas Erikson, SH, SIK, menjelaskan setelah menerima laporan korban Fadlun (23), anggota langsung beraksi sesuai petunjuk keterangan korban. Setelah ditelusuri, tim operasional berhasil membekuk AD (16) di rumahnya Desa Renda sekitar pukul 20.30 Wita. Setelah pengembangan, akhirnya HD (21) ditangkap pada Sabtu (24/09) sekitar pukul 01.30 Wita.

Dibeberkannya, dari tangan AD yang masih pelajar SMA di Belo itu, berhasil menyita satu unit sepeda motor Vixion merah dan dompet diduga hasil curian. Dari tangan HD, yang berstatus mahasiswa, menemukan satu tas warna coklat berisikan kartu ATM BNI, kalung 5 gram, satu gelang emas seberat 4 gram. Selain itu, satu cincin emas 2 gram dan uang tunai Rp1,5 juta.

“Dari tangan kedua pelaku kami berhasil menyita barang bukti diduga hasil kejahatan,” ucapnya.
Kasat menceritakan kronologisnya, saat itu suami korban berboncengan dengan Fadlun, istrinya, dari arah Utara menuju Selatan. Tiba-tiba pelaku langsung menarik tas dan membawa lari. Korban sempat mengejar, karena motor dikendarai pelaku terlalu kencang, sehingga jejaknya tidak berhasil dibuntuti.
“Pelaku langsung menghilang tanpa jejak, karena sepeda motor dikendarainya melaju kencang,” ungkap Kasat berdasarkan laporan korban.

Setelah diinterogasi, keduanya memiliki peran masing-masing. AD mengakui perbuatannya dan merampas tas korban. HD bertugas mengendarai sepeda motor. Berdasarkan keterangan keduanhya, mereka baru kali ini beraksi.
“Berdasarkan perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat pasal 36 ayat 2 KUHP subsider pasal 363 1 4 e KUHP, dengan ancaman lebih dari tujuh tahun penjara,” jelasnya. (BE34)

Share
  • 13
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top