Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Warga Oi Katupa Aksi Tutup Mulut

14469426_1794185267514225_1889469027_nBima, Bimakini.- Puluhan warga Desa Oi Katupa Senin (26/09/2016) pagi kembali beraksi. Kali ini bentuknya lain, mereka serentak gerakan tutup mulut! Aksi itu dilakukan di depan kantor Pemkab Bima setelah berjalan kaki dari halaman eks kantor Pemkab Bima.

Aksi tutup mulut merupakan ekspresi protes terhadap sengketa lahan dengan PT Sanggar Agro yang hingga kini belum kunjung diselesaikan. Aksi dimulai pagi hari itu dari  tenda darurat  halaman eks kantor Pemkab Bima.

Warga mulai dari anak-anak, ibu-ibu dan orang tua berjalan sambil menutup mulut menggunakan masker.

Aksi tutup mulut ini kemudian berlanjut di depan kantor Pemkab Bima. Mereka duduk berjajar memanjang di depan pagar kantor. Aksi ini dilakukan hingga siang hari. Lalu mereka  kembali ke tenda masih dengan mulut tertutup.

Aparat Kepolisian mengawal  aksi bungkam itu. Warga Oi Katupa  juga  membagikan selebaran pada pengguna jalan. Isinya  tuntutan  atas nama Geraka Nasional Penegak Pasal 33 UUD 1945. Tertera dalam selebaran dibagikan Korlap aksi, Saiful.

Mereka medesak Bupati Bima  mencabut IUP PT Sanggar Agro dan SK 188 di atas lahan milik masyarakat Desa Oi Katupa yang diamanatkan oleh  Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang pembetukan 23 desa pemekaran.

Mereka menyatakan dua tahun  terlewati  tanpa ada kepastian terhadap  hak untuk menuntaskan sengketa agraria  dengan PT Sanggar Agro. Mereka menegaskan tidak akan mundur sampai kapanpun, walau harus tidur di tempat yang terbuka dan tidak layak seperti saat ini.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Selebaran itu juga berisi harga mati mengembalikan lahan Oi Katupa, karena keberadaan perusahaan   berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi warga  selama ini. Apalagi,  perusahaan  duakali mendapatkan teguran tertulis dari Badan Pertanahan Nasional karena telah melanggar ketentuan.

Pekan lalu, aksi serupa juga dilakukan warga setempat dan mendatangi kantor Pemkab Bima. Tuntutannya pencabutan izin perusahaan yang dianggap melabrak lahan perkampungan setempat.

Keinginan awal adalah menginap di areal kantor Pemkab Bima. Namun, sempat ada ketegangan hingga hujan mengguyur. (BK32)

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Sudah sembilan hari menetap di Paruga Nae Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima, masyarakat Desa Oi Katupa Kecamatan Tambora mulai diserang penyakit....

Peristiwa

Bima, Bimakini.-  Aksi galang dana dilakukan oleh Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Kabupaten Bima hingga di Kecamatan Bolo, Selasa (4/10/2016). Sebelumnya mereka bersama warga...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima menginginkan solusi terbaik dalam penyelesaian persoalan warga Oi Katupa dan PT Sanggar Agro. Hingga kini, Pemkab Bima masih...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Setelah tiga pekan bertahan di eks Kantor Bupati Bima, Kamis (15/9/2016) warga Desa Oi Katupa Kecamatan Tambora bersama elemen mahasiswa dengan berjalan...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Rekomendasi DPRD Kabupaten Bima atas tuntutan warga Desa Oi Katupa Kecamatan Tambora sudah ditandatangani. Namun, rupanya warga yang bertahan di eks Kantor...