Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Festival Uma Lengge Dihelat 6-8 Oktober

Tarian dalam rangka Festival Uma Lengge 6-9 Oktober 2016.

Tarian dalam rangka Festival Uma Lengge 6-9 Oktober 2016.

Bima, Bimakini.– Festival Uma Lengge 2016 Kabupaten Bima bakal dihelat di Desa Maria Kecamatan Wawo mulai 6-8 Oktober. Prosesi menaikkan hasil panen ke atas lumbung padi (Ampa Fare) di Lengge dan Jompa  itu selalu menarik perhatian. Beberapa wartawan  dari berbagai media ingin menyaksikan prosesi  sarat nilai budaya masa lalu itu.

Panitia  tingkat Kecamatan Wawo, Senin (04/10), menggelar rapat pemantapan. Tahun ini prosesi itu minim biaya karena  belum dianggarkan secara nasional. Namun, festival itu tetap menarik untuk menyaksikan peradaban masa lalu yang masih bertahan hingga kini.

“Karena festival ini sudah jadi agenda Kabupaten Bima kita sebagai panitia lokal menyiapkan hal-ikhwal yang diperlukan,” ujar Kepala Desa Maria, Nurdin HM Saleh,  Selasa (4/10/2016).

Dalam prosesi Ampa Fare, kata Nurdin, akan menampilkan beberapa acara pendukung yang merupakan cirikhas dari masyarakat Bima  umumnya. Di antaranya sagele, makatua prosesi sarere fare, tari wura bongi monca, ntumbu, dan lainnya. Tidak hanya itu, panitia Kabupaten juga akan mengundang duta kesenian tradisional dari kecamatan lain.

Dr. Hj. Siti Maryam, menunjukkan perhatiannya terhadap upaya pelestarian Budaya Bima.

Dr. Hj. Siti Maryam, menunjukkan perhatiannya terhadap upaya pelestarian Budaya Bima.

“Bahkan, kita diiformasikan oleh panitia Kabupaten akan mengundang kesenian daerah dari
Kabupaten Dompu, dan Sumbawa hingga Pulau Lombok,” katanya.

Khusus untuk panitia kecamatan, katanya, sudah melakukan berbagai persiapan. Seperti membersihkan areal sekitar Lengge, personel yang akan melakukan ampa fare, jagung, latu, gandung, witi, lere, dan lainnya.  Intinya bahan makanan pokok warga  Maria masa lalu yang akan disimpan di Uma Lengge dan Jompa.

Untuk saat ini, terangnya, ada  13 Uma Lengge dan  delapan puluhan Jompa, sehingga jumlah keseluruhan sekitar 109 unit. “Dalam beberapa hari ini saya dan tetuah adat sering dikontak wartawan untuk menanyakan acara itu. Intinya kita sudah siap,” katanya.

Hal senada dikemukakan tetua adat Desa Maria, Hasan AB, BA. Menggali seni budaya Uma Lengge hingga kini masih banyak yang misteri dan belum diungkap secara mendalam, terutama kebiasaan warga  Maria dalam mengamankan pangan yang dibutuhkan sehari-hari.

Dalam penjagaan itu tidak sembarangan orang yang diangkat, tetapi   orang terpilih dan memiliki kemampuan bela diri mumpuni. Hal itu agar  tidak mudah maling  mencuri bahan pangan yang disimpan warga.

Oleh karena itu, katanya, prosesi ampa fare identik dengan tambungan pangan jangka panjang agar warga Wawo yang hanya mengandalkan lahan tadah hujan tidak boros dalam menggunakan pangan. Prosesi juga diawali dengan zikir dan doa agar pangan yang disimpan aman dan bias dimanfaatkan dalam waktu setahun oleh pemiliknya.

“Untuk lebih jelasnya sebaiknya wartawan langsung  menyaksikan prosesi yang setiap tahun digelar di Uma Lengge Desa Maria, katanya di Wawo, Selasa. (BK23)

 

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Bima, Bimakini. – Tiga Kepala Daerah di Provinsi NTB masing-masing Gubernur Provinsi NTB, Dr H Zulkieflimansyah, M. Sc, Bupati Bima, Hj Indah Damayanti Putri,...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Ratusan warga Desa Marai dan desa lainnya di Kecamatan Wawo mengikuti pawai budaya sebagai bagian dari Festival Uma Lengge Desa Maria yang...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Festival  Uma Lengge II Tahun 2017 di kompleks situs Uma Lengge Desa Maria Utara Kecamatan Wawo ditutup  oleh Bupati Bima Hj  Indah...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Prosesi tradisi ‘Ampa Fare’di Desa Maria Kecamatan Wawo, merupakan salah satu sesi penting dari Festival Uma Lengge yang digelar 24-27 Agustus 2017. Sesi...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Untuk memeromosikan destinasi wisata dapat memanfaatkan sarana digital. Melalui sarana digital, bisa mengenalkan, mendatangkan dan menjual potensi wisata tersebut. Dosen Politeknik Pariwisata...