Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Minyak Sambi Ntori: Dari Prosesi Sakral hingga Kaya Khasiat

Arif saat menunjukkan minyak Sambi khas Ntrori.

Arif saat menunjukkan minyak Sambi khas Ntori.

Bima, Bimakini.- Kecamatan Wawo, tidak hanya mewarisi budaya Uma Lengge dan Tumbu Tuta, namun juga ada usaha ekonomi yang masih terjaga,, minyak Sambi. Ini hanya diproduksi di Desa Ntori.

Minyak Sumbawa memang masih lebih populer. Namun, permintaan sudah ada di dari luar daerah, seperti Jakarta. Tradisi membuat minyak ini masih terjaga. Termasuk ritual yang harus dilalui. Jika dilanggar, maka minyak tidak ada dihasilkan.

Arif, salah satu penjual minyak Ntori kepada Bimakini menceritakan bagaimana prosesinya. Minyak ini hanya bisa dibuat oleh perempuan. Itupun mereka tidak dalam kondisi haid. “Sebelum membuatnya mereka harus ambil air wudhu dulu,” katanya saat penyelenggaraan Festival Uma Lengge.

Selama proses pembuatan, kata Arif, mereka tidak boleh ditegur oleh orang lain. Jika ada yang menegur, maka minyak sambi tidak akan bisa jadi. “Orang itu harus dipanggil dan dilibatkan dalam proses pembuatan, walaupun hanya mengaduk beberapa kali,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, menghindari adanya warga lain yang menegur, dibuat ditempat tertutup. “Yang bisa menegur adalah diantara mereka yang membuat, selain itu tidak bisa,” ungkapnya.

Harga minyak sambi sendiri, kata dia, bergantung ukuran. Ukuran satu botol kecap kaca besar, Rp350ribu. Ukuran botol kecil Rp35 ribu.

Hanya saja, kata dia, tidak ada kemasan seperti produk minyak Sumbawa. Masih menggunakan botol bekas. “Pembuatan minyam sambi ini hanya sekali dalam setahun. Paling berkhasiat, jika dibuat saat purnama,” ujarnya.

Bahan baku biji sambi sendiri, kata dia, sebagian dari Wawo. Namun karena terbatas, sehingga didatangkan dari luar.

Apa sja khasiatnya? Kata Arif, dapat mengobati luka luar dan dalam. Termasuk gatal-gatal. Jika luka dalam, maka ambil kapas dan masukkan dalam minyak Sambi dan ditelan. Termasuk memperlancar BAB, minyak urut. Ada juga yang menjadikannya minyak pelet dan banyak khasiat lainnya.

Saat Festival Uma Lengge, prosesi pembuatan minyak Sambi sempat diperagakan. Namun, hanya teaterikal. Karena proses pembuatannya tidak bisa terbuka, menghindari adanya orang menegur pembut. (BK.25)

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Bima, Bimakini. – Tiga Kepala Daerah di Provinsi NTB masing-masing Gubernur Provinsi NTB, Dr H Zulkieflimansyah, M. Sc, Bupati Bima, Hj Indah Damayanti Putri,...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Ratusan warga Desa Marai dan desa lainnya di Kecamatan Wawo mengikuti pawai budaya sebagai bagian dari Festival Uma Lengge Desa Maria yang...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Festival  Uma Lengge II Tahun 2017 di kompleks situs Uma Lengge Desa Maria Utara Kecamatan Wawo ditutup  oleh Bupati Bima Hj  Indah...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Prosesi tradisi ‘Ampa Fare’di Desa Maria Kecamatan Wawo, merupakan salah satu sesi penting dari Festival Uma Lengge yang digelar 24-27 Agustus 2017. Sesi...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Untuk memeromosikan destinasi wisata dapat memanfaatkan sarana digital. Melalui sarana digital, bisa mengenalkan, mendatangkan dan menjual potensi wisata tersebut. Dosen Politeknik Pariwisata...