Berita

Santri Ponpes Nurul Huda Oi Tui terus Bertambah

Kegiatan Pramuka yang dilaksanakan santri Ponpes Nurul Huda Kecamatan Wera

Kegiatan Pramuka yang dilaksanakan santri Ponpes Nurul Huda Kecamatan Wera

Bima, Bimakini.-

Beberapa bulan terakhir ini, santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda Desa Oi Tui Kecamatan Wera Kabupaten Bima terus bertambah. Banyak siswa lain eksodus di Ponpes yang berlokasi di desa terpencil itu. Alasan mereka masuk di Ponpes karena pakaiannya gratis hingga makanan yang disiapkan pengelola Ponpes.

Pimpinan Ponpes Nurul Huda Desa Oi Tui Wera, Drs H Mahmud HM Ali, mengatakan, sejak dibangun tahun 2011 lalu, perkembangan pembangunan gedung madrasah di Ponpes itu sedikit demi sedikit terus dilakukan, meski harus merogoh kantung sendiri. Demikian juga usaha meyakinkan warga agar menitipkan anaknya di Ponpes. Tentu banyak tantangan yang dihadapi, tetapi tekad untuk menyiapkan generasi yang mengerti Islam menyemangatinya terus berjuang.

“Alhamdulillah hingga kini masih bertahan. Bahkan, setahun terakhir banyak orang tua siswa datang sendiri mendaftarkan anaknya untuk dibina di pondok ini,” ujarnya via telepon seluler, Minggu (23/10).

Kata mantan Kepala KUA Wera ini, Ponpes dibangun didasari mengemban misi keagamaan dan mampu membina generasi agar memahami ajaran Islam, meski tetap pelajaran umum diajarkan juga seperti pendidikan lain. Bahkan, mereka diharapkan mampu bersaing dengan sekolah umum.

Buktinya, kata dia, siswa juga terlibat kegiatan perkemahan, kegiatan olah raga, dan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Hanya saja, santri Ponpes Nurul Huda memiliki kelebihan ada kegiatan belajar metode Iqra, tahfiz, dan tilawah. Selain kegiatan keagamaan yang selalu dilakukan setelah shalat fardu. Bahkan, beberapa bulan terakhir jumlah santri yang tinggal di Ponpes semakin banyak hingga 50 orang yakni santri 28 orang, sedangkan santri perempuan 22 orang.

“Hampir setiap hari ramai hingga malam hari kegiatan santri yang mondok, meski sebagian pulang ke rumah,” katanya.

Saat ini, terangnya, jumlah santri binaan dari Raodatul Atfal 50 orang, Madrasah Ibtidaiyah (107 santri), Madrasah Tsanawiyah (85 santri) dan Madrasah Aliyah (62 santri) dengan jumlah guru sebanyak 36 orang dan enam guru Pembina tinggal di Pondok.

Dia mengharapkan Pemerintah Kabupaten Bima, Provinsi NTB, hingga pusat memerhatikan Ponpes ini, terutama penambahan lokal ruangan belajar-mengajar.(BE23)

Share
  • 34
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top