Opini

Dari Bima untuk Indonesia (Catatan dari Arena Kongres FGSI)

Eka Ilham, M.Si (Ketua Umum SGI Bima)

 

Peserta Kongres ke II, FGSI di Jakarta.

Peserta Kongres ke II, FGSI di Jakarta.

SGI Kabupaten Bima pada Selasa, 22 November 2016 berangkat ke Jakarta via Bandar Udara Sultan Muhammad Salahudin Bima menuju  Soekarno International Airport, mengutus empat orang pengurus yaitu; Fahmi Hatib, S.Pd, Ardi.M.Pd, Lukman Ab, dan Agus Riawan.S.Pd. Mereka mendapatkan kehormatan dari Kemdikbud RI untuk menghadiri Simposium Nasional Guru dan Tenaga Kependidikan Sabtu, 26 November 2016 di Sentul International Bogor (Jawa Barat) dan menghadiri undangan Hari Guru Nasional di tempat yang sama.

Bagi empat pendekar pendidikan dari Bima ini, tentunya merupakan pengalaman yang berharga sebagai organisasi profesi yang berdiri pada tanggal 16 september 2016 untuk menghadiri kegiatan yang berskala nasional. Ini merupakan motivasi dan penyemangat bagi kami.

Di samping kegiatan tersebut, agenda SGI Bima adalah mengikuti Kongres Nasional Ke-II yang digelar pada  23-25 November 2016 bersama rekan lainnya dari 22 daerah se Indonesia. Mereka menghadiri Kongres FSGI dengan agenda; memilih pengurus pusat FSGI, penyerahan keanggotaan sertifikat FSGI kepada 22 orprof guru daerah, diskusi publik, dan konferensi  pers tentang kebijakan pendidikan dan guru.

Yang menariknya pada hari pertama teman-teman SGI Bima mendapatkan pelatihan semiloka pembelaan hukum guru dari Direktorat GTK Kemdikbud. Ini suatu hal yang sangat bermanfaat bagi teman-teman guru di daerah. Di arena kongres FSGI yang membuat saya bangga, SGI Bima mendominasi Kongres dengan terpilihnya saudara Fahmi Hatib. S.Pd sebagai Presidium Pusat FSGI, Lukman Ab sebagai Ketua Biro Hukum dan Perlindungan Guru, Ardi.M.Pd di Biro Kajian,  Agus Riawan.S.Pd di biro Kaderisasi, dan Asrul Raman. M.Pd di Dewan Kehormatan FSGI Pusat periode 2016-2021.

Hal ini menunjukkan bahwa SGI Bima mampu berbicara di tingkat nasional sekelas Kongres yang dihadiri oleh banyak organisasi profesi yang tergabung di FSGI di Jakarta. Saya sebagai Ketua Umum SGI Bima sangat apresiatif terhadap kongres FSGI yang dapat melihat kemampuan teman-teman di daerah seperti di Bima.

Di arena kongres tersebut FSGI juga menyerahkan sertifikat keanggotaan pada SGI Bima dengan nomor:16/FSGI/2013 dan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia RI Nomor AHU-0078767.AH.01.07 tentang pengesahan pendirian badan hukum perkumpulan Federasi Serikat Guru Indonesia(FSGI). Hal ini membuktikan bahwasannya UU Nomor 14 Tahun 2015 Pasal 1 Ayat 13, organisasi profesi adalah perkumpulan berbadan hukum yang didirikan dan diurus oleh guru untuk mengembangkan profesionalisme guru.

Saya ucapkan selamat bagi teman-teman SGI Bima atas terpilihnya sebagai pengurus FSGI Pusat di arena Kongres semoga dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita semua bahwasannya kita di daerah mampu memberikan kontribusi bagi indonesia pada khususnya pendidikan. Selamat Hari Guru Nasional.

 

Berikut Susunan Pengurus FSGI hasil Kongres ke II di Jakarta,  24 November 2016

Dewan Kehormatan FSGI Periode 2016-2021

1. Drs. Guntur Ismail. S.H (Bima)

2. Devi Irawan. S.H

3. Asrul Raman. S.Sos.,M.Pd (Bima)

4. Tuharlan Effendi. M.Pd

5. Prof. Zainal Asikin

Pemilihan Presidium FSGI

1. Fahmi Hatib (SGI Bima)

2. Nor Muhammad ( SGI Batam)

3. Nihan (SGI Bengkulu)

4. Ginanjar Hambali (FDG Pandeglang)

5. Heru Purnomo (SEGI Jakarta)

Sekretaris Jenderal FSGI

1. Retno Listiyarti (SEGI Jakarta)

Wakil Sekjen FSGI

1. Fahriza Marta Tanjung (SEGI Medan)

Biro Organisasi :

Ketua : Supriyadi

Anggota : Mansyur (SGI Mataram)

Anggota : Aswin Erwansyah

Anggota : Dedi Hendra

Biro Kaderisasi :

Ketua : Emil Arifin

Anggota : Agus Riawan (SGI Bima)

Anggota : Rustam

Anggota : Asep Saefurrahnan

Biro Kajian :

Ketua :Jujun Nugraha. S

Anggota : Aseri

Anggota : Ardi ( SGI Bima )

Anggota : Purnawan

Biro Hukum Dan Perlindungan :

Ketua : Lukman (SGI Bima)

Anggota : Ujang

Anggota : Diadja

Anggota : Ahmad (*)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top