Connect with us

Ketik yang Anda cari

Dari Redaksi

Jangan Sekadar Mengancam!

DOKTERASJATIM.COM

DOKTERASJATIM.COM

MEMASUKIi musim tanam, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (Dispertapa) Kabupaten Bima, kembali dihadapkan pada kesibukan rutin. Seperti pembagian bibit dan soal mekanisme distribusi pupuk. Nah, soal pupuk inilah yang setiap tahun selalu saja sensitif mencuat ke permukaan. Sama seperti sebelumnya, isyarat dan ancaman agar distributor dan pengecer tidak mencoba-coba menjual  di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan, kembali bergaung. Sanksi telah menanti dan izin bakal dicabut.

Namun, dalam faktanya, selalu saja muncul hal-hal di luar dugaan. Sama halnya dengan minyak tanah (Mitan). Dalam faktanya, “harga pasaran” Mitan mencapai duakali lipat dari HET. Faktanya pula berapa jumlah pengecer yang dicabut izinnya selama ini karena menerobos HET Mitan? Tampaknya, nirhukuman inilah yang tidak berefek jera dan berefek malu bagi para pelakunya. Ujung-ujungnya rakyat yang dirugikan.

Dalam hal pupuk, kita mengharapkan pengawasan melekat dilakukan. Ingat HET  pupuk jenis urea Rp90 ribu/sak dan  NPK Rp115 ribu/sak. Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) diharapkan bekerja maksimal dan segera membandrol merekomendasikan hukuman bagi mereka yang nakal. Masyarakat petani harus dibantu. Jangan sampai beban pekerjaan mereka yang menggantungkan diri pada ‘kebaikan alam’ dalam level  ketidakmenentuan hasil, ditambah lagi oleh permainan mafia pupuk. Pengalaman sebelumnya soal melejitnya ‘harga pasaran’ pupuk harus dijadikan bahan evaluasi. Sekian tahun dalam mekanisme distribusi, pasti ditemukan titik yang harus diperkuat.

Maksudnya, isyarat tegas agar jangan mencoba-coba menjadi pengecer nakal bila tidak ingin menjadi bumerang bagi diri sendiri, harus segera dibuktikan. Seperti janji Kadis Pertapa. Demikian juga terhadap Mitan. Mereka yang  melanggar ketentuan harus dibandroli hukuman agar menjadi pengalaman pahit bagi yang lainnya. Jika hanya sekadar ancaman, maka masyarakat petani akan disuguhi kondisi was-was karena ada saja oknum tertentu yang berusaha ‘bermain’ di arena pertanian ini. Apalagi, jika oknum telah memiliki referensi bahwa meski ada pelanggaran, semuanya akan biasa-biasa, seperti sebelumnya. Sekali lagi, jangan hanya sekadar ancaman! Buktikan demi tertibnya pelayanan. (*)

 

Share
Komentar

Berita Terkait

Ekonomi

Jakarta, Bimakini.- PLN memastikan pendaftaran subsidi listrik bagi pelanggan rumah tangga daya 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA melalui situs web https://tokenpln.shop/index.php?app=PLN&data1ID=135 hoaks....

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bima memastikan kebutuhan pasar masyarakat Bima di bulan Ramadhan aman dan harga stabil. Disperindag Kabupaten Bima,...

NTB

Mataram, Bimakini.- Silva Iza Azizah dari Kabupaten Dompu berhasil meraih juara kedua pada Lomba Cerita Wastra NTB. Pada Lomba tersebut, Silva Iza menggandeng model...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Keberadaan Base Transceiver Station (BTS) yang dibangun oleh Pemerintah di Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, tidak beroperasi dengan baik. Pasalnya, masyarakat...