Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Kebutuhan Pupuk Petani masih kurang 5.000 Ton

Ilustrasi/dinamikaonline.com

Ilustrasi/dinamikaonline.com

Bima, Bimakini.- Memasuki Musim Hujan (MH) I dan Musim Tanam (MT) tahun 2016 ini, jumlah kebutuhan pupuk di Kabupaten Bima sekitar 40 ribu ton. Nilai itu sebagaimana yang diajukan melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)  seluruh wilayah kecamatan.

Namun, pihak Dispertapa Kabupaten Bima menginformasikan yang dialokasikan oleh pihak pemerintah untuk Kabupaten Bima, hanya sekitar 23.817 ton. Atau  masih kurang sekitar 5 ribu ton.

“Dari kekurangan itu, pihak Pemkab  Bima telah mengajukan surat permohonan penambahan sesuai nominal kekurangan tersebut pada pihak Pupuk Kaltim,” ujar  Kadis Dispertapa, Ir M Tayeb, saat dikonfirmasi usai Rakor di aula kantor Pemkab Bima.

Perwakilan Pupuk Kaltim, A Rahmansyah, yang dikonfirmasi  mengatakan pada prinsipnya  produsen  siap memenuhi seluruh kebutuhan pupuk  petani di Kabupaten Bima, termasuk nominal 5 ribu ton yang kurang dari kebutuhan  dalam RDKK. “Intinya selaku produsen siap memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani,”  isyaratnya.

Dijelaskannya, untuk kekurangan pupuk dari jumlah yang dibutuhkan, Pemkab Bima disilakan mengajukan surat permohonan penambahan yang nantinya akan  ditindaklanjuti. (BK29)

Share
Komentar

Berita Terkait

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Menghadapi Musim Hujan (MH) Tahun 2019 – 2020 ini, tentu yang hangat diperbincangkan terkait masalah pupuk subsidi jenis Urea. Untuk menghindari terjadinya...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Menjelang musim tanam MH1, Pemerintah Kecamatan Bolo mengundang Distributor, Pengecer, Kades serta Kelompok Tani (Poktan) untuk rapat bersama terkait masalah pupuk, Selasa...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Para petani pada sejumlah wilayah di Kabupaten Bima belakangan ini mengeluhkan  kekurangan pupuk bersubsidi. Tidak hanya itu, harganya pun lebih mahal.   Seperti...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Penghadangan distribusi pupuk bersubsidi oleh petani di Desa Donggobolo Kecamatan Woha, direaksi oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Bima. Lembaga itu...