Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Kemah Budaya Pramuka Peduli, Asah Karakter Peserta

Camat Parado, Burhanuddin saat menyematkan pin pada instruktur Kemah Budaya.

Camat Parado, Burhanuddin saat menyematkan pin pada instruktur Kemah Budaya.

Bima, Bimakini.- Komunitas Pramuka Pedulu, menggelar Kemah Budaya, mulai Jumat- Minggu (25-27/11/2016). Kegiatan itu meliputi Belajar Seni dan Budaya yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al – Khairyah Desa Kuta Kecamatan Parado. Kegiatan yang bertujuan membentuk karakter peserta itu dibuka oleh Camat Parado, Burhanuddin‎, S.Sos. ‎

Dihadapan 110 peserta, Camat berharap peserta dapat mengambil pelajaran dari para pakar seni dan budaya. Baik itu seni membaca puisi, menulis kreatif, seni lukis, maupun teater. “Belajarlah sungguh-sungguh agar memahami seni dan budaya lebih baik,” pinta Burhanuddin.

Menurutnya, dengan belajar dan memahami seni dan budaya, akan memiliki karakter yang baik. “Seni itu penuh tata krama, kesopanan dan saling menghargai,” jelas Burhanuddin yang juga Ketua Majelis Pembimbing Kwartir Ranting Parado.

Pada kesempatan yang sama, Camat juga menyematkan Pin Peduli kepada enam Instruktur dari Dewan Kesenian Kota Bima, Husain La Odet, Syumardi S, ‎Eci, Maulana, dan Asikin.

Salah satu instruktur Seni Puisi, Husain La Odet mengatakan kegiatan Kemah Budaya yang dilaksanakan Komunitas Pramuka Peduli sangat luar biasa. Peserta disentuh jiwanya melalui seni dan budaya.

“Proses kreatif yang diberikan seperti menulis kreatif, menulis puisi, melukis, seni taater dan seni tari membuka pengalaman baru adik-adik pramuka dalam berproses,” kata Husain La Odet yang juga Ketua Dewan Kesenian Kota Bima.

Sementara itu, Arief Rachman Koordinator Komunitas Pramuka Peduli menjelaskan kegiatan Kemah Budaya, Belajar Seni dan Budaya adalah perkemahan perdana Komunitas Pramuka Peduli.

“Saya ingin memberi kesan berkemah bukanlah ganti tempat tidur, dari tidur dirumah pindah tidur ditenda‎,” jelas Arief.

Kemah Budaya akan memberikan model pemahaman baru bagi adik-adik pramuka, kita ingin peserta tak sekedar belajar teori, tetapi bagaimana mendapatkan pembelajaran proses kreatif hingga melahirkan karya kreatif berupa seni puisi, tulisan kreatif, teater dan lainnya.

“Komunitas Pramuka Peduli ingin mengembalikan roh berkemah, belajar bersama alam, mencintai dan memahami seni dan budaya dalam situasi ‎yang gembira, keren dan asyik,” tutup Arief. (BK.29)

Iklan. Geser untuk terus membaca.

 

Share
Komentar

Berita Terkait

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.- Komunitas Pramuka Peduli menggelar Apel Kebangsaan Sumpah Pemuda di Puncak Punce dengan ketinggian 1.250 MDPL, Sabtu (28/10/2017). Kegiatan ini melibatkan 89...

Dari Redaksi

BAGAIMANA persepsi Anda mengenai anak-anak Pramuka? Apa yang Anda ingat dari geliat organisasi yang pernah berjaya pada era sebelumnya itu? Pramuka termasuk organisasi yang...

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Peserta kegiatan perkemahan bakti   yang diadakan Komunitas Pramuka Peduli-Gugus Depan SMAN 2 Soromandi mengunjungi  penderita busung lapar, Muhammad Al Dzikrin (6), Sabtu...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Bagi sebagian orang, air bersih masih menjadi benda mewah. Tidak semua orang bisa mengakses kebutuhan primer ini dengan mudah, apalagi disaat-saat musim...