Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pemerintahan

Pilkades Parangina Didesak Digelar 2016

Massa FPPMDP saat diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, Nukrah, S.Sos dan anggota dewan lainnya.

Massa FPPMDP saat diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, Nukrah, S.Sos dan anggota dewan lainnya.

Bima, Bimakini.-  Puluhan warga Desa Parangina Kecamatan Sape yang mengatasnamakan diri Front Pemuda Peduli Masyarakat Desa Parangina (FPPMDP) menyuarakan aspirasi di  depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima dan DPRD setempat, Selasa (29/11/2016). Mereka menuntut agar pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Parangina yang tertunda segera digelar akhir tahun 2016 ini.

Masalahnya, sekitar tiga tahun terakhir ini desa setempat belum memiliki Kades definitif.

Koordinator Lapangan Aksi, Haerul,  mengatakan  penundaan pelaksanaan Pilkades  Parangina telah dibuatkan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor: 140/049/005/2016 yang isinya   dilaksanakan serentak pada tahun 2018 mendatang. Keputusan  itu  meresahkan masyarakat Parangina.

Katanya, untuk menjawab keresahan masyarakat Parangina itu,  sebelumnya Yayasan Swadaya Masyarakat Muda Mandiri telah mengajukan surat permohonan kepada Bupati agar menyelenggarakan tahapan Pilkades Parangina secepatnya dilakukan. “Tidak diikutsertakan pada pelaksanaan Pilkades serentak pada tahun 2018 mendatang,” jelasnya.
Selain  permohonan pelaksanaan Pilkades Parangina dilaksanakan  tahun 2016 ini, juga telah mengajukan permohonan  pada Ombudsman RI Perwakilan NTB. Namun, belum juga ada jawaban. Karena belum juga ada jawaban itu, FPPMDP kini menuntutnya.

Dia meminta  agar mencabut  SK  untuk Pilkades Parangina 2018 mendatang itu dan secepatnya menetapkan waktu Pilkades  Parangina tahun 2016. Jika dua poin tuntutan itu tidak dipenuhi, masyarakat Parangina akan kembali  dalam  jumlah massa yang lebih banyak.

Setelah orasi dan menyampaikan aspirasi, sekitar lima wakil FPPMDP dipanggil oleh Bupati masuk ke ruangannya. Terjadi  dialog sekitar pukul 11.00 WITA.

Hasil dialog dengan Bupati itu,  pelaksanaan Pilkades Parangina tetap dilaksanakan secara serentak pada tahun 2018 sesuai Surat Edaran  Mendagri. “Itulah poin hasil dialog kita dengan Bupati barusan,” ujarnya  saat keluar dari ruangan Bupati.
Masih kata Haerul, keputusan Bupati  sesuai SE Mendagri tersebut,  akan diberitahukan kepada  masyarakat. “Keputusan ini, semuanya akan saya serahkan sepenuhnya pada masyarakat untuk menanggapinya,” katanya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Diakuinya, keputusan  Pilkades Parangina tetap dilaksanakan pada 2018 menjadi dilema, karena  aspirasi masyarakat menginginkan Pilkades dilaksanakan 2016  ini.

Setelah wakil massa bertemu Bupati, mereka  menuju kantor DPRD Kabupaten Bima untuk  tuntutan yang sama.
Di kantor DPRD, mereka  diterima Wakil Ketua DPRD, Nukrah, SSos bersama anggota Komisi I, Ilham, SH.

Nukrah  mengatakan dua aspirasi masyarakat Desa Parangina ini  akan ditampung dan akan ditindaklanjuti secepatnya pada tahun 2016 ini. (BK29)

 

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Politik

Bima, Bimakini.- Sebanyak 14 dari 17 calon yang mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Bergelombang di Daerah Dataran Tinggi Wawo Kabupaten Bima Periode...

Politik

Bima, Bimakini. – Momentum Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara bergelombang Tahun 2022 memasuki tahapan penetapan Bakal Calon (Balon) menjadi Calon Kepala Desa (Cakades). Di...

Politik

Bima, Bimakini.- Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima menetapkan Bakal Calon (Balon) menjadi Calon Kepala Desa (Cakades), Kamis (24/3). Pola...

Peristiwa

Bima, Bimakini.-  Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima yang dilaksanakan beberapa waktu lalu dituding ada muatan politik Pilkades....

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Berkompetisi dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) itu bukan tempat mengadu kekuatan fisik tetapi mengadu visi dan misi agar  mudah dipahami oleh masyarakat....