Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pemerintahan

Soal Timbunan Laut, Warga Dara dan Legislator Bersitegang

Protes warga dara terhadap penimbunan di Ama Hami.

Protes warga dara terhadap penimbunan di Ama Hami.

Kota Bima, Bimakini.- Puluhan warga dan sejumlah tokoh masyarakat Kelurahan Dara yang menolak penimbunan laut kawasan Ama Hami, Selasa (22/11) pagi mendatangi  DPRD Kota Bima, Mereka  beraudensi dan sekaligus meminta  penimbunan dihentikan sementara waktu. Sempat  terjadi ketegangan antara perwakilan warga dan anggota DPRD Kota Bima  soal sikap proyek itu.

Saat itu, pimpinan rapat, Ketua DPRD Kota Bima, Ferry Sofian, SH,  menyatakan pekerjaan tidak bisa dihentikan karena berbagai pertimbangan. Tidak ada kesimpulan dari audensi itu.  Legislator tetap ngotot tidak mendukung tuntutan warga yang ingin menghentikan aktivitas   penimbunan. Sampai kemudian warga meninggalkan ruang audensi.

Pewakilan warga Dara, Herman, MPd, dalam penyampaiannya menanyakan mengapa DPRD takut menghentikan aktivitas proyek, padahal sudah jelas itu melanggar karena menimbun lautan. Masyarakat menduga telah terjadi banyak pelanggaran aturan oleh Pemerintah Dareah dan pihak ketiga.

Kata Herman, sejumlah aturan dilanggar, apakah proyek penimbunan laut itu sudah mengantungi izin prinsip, izin AMDAL, izin lokasi dan
izin relokasi lahan. Menurutnya, semua itu tidak ada, apalagi ini juga berkaitan dengan Perda tahun 2012 dibuat oleh Pemda yang menyatakan bahwa di lokasi sekarang ditimbun merupakan wilayah perlidungan hutan bakau. “Kenapa kemudian ditimbun dan dirusak habitatnya,” sorotnya.

Dosen STKIP Bima ini menyebutkan, kawasan lindung sesuai pasal 62 ayat 2 dilarang menggangu kelestarian lingkungan hidup. Ama Hami itu lingkungan hidup, sebagai kawasan perlindungan dari abrasi laut. “Inilah harus dipahami agar lingkungan ke depan tidak rusak diporak- porandakan dengan alasan untuk tujuan pembangunan,” ujarnya.

Begitu pun disampaikan Muhammad, Ketua RT setempat. Katanya, telah terjadi pelanggaran aturan dan sudah terjadi ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah. Sebagian masyarakat diberikan hak memiliki kawasan laut, warga setempat tidak diberikan.

“Ini juga masalah besar kasus penimbunan di Ama Hami, terjadi diskriminasi   dan ini dipersoalkan juga oleh warga,” katanya.

Menurut Muhammad, dalam program pembangunan pemerintah harus menyosialisasikannya, jangan diam-diam langsung membangun. Seperti penimbunan laut kawasan Ama Hami tidak pernah disosialisasikan kepada warga.

Saat itu, Ketua DPRD Kota Bima, Ferry Sofian, SH, menemui warga didamping Wakil Ketua, M Safii dan  Syahbudin. Ada  juga Ketua Komisi III, Alfian Indrawirawan dan Syamsurih.

Dalam tanggapannya, Ferry Sofian mengaku akan mengakomodir aspirasi warga dan segera menindaklanjuti. Dalam waktu dekat akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mengelarifikasi semua hal,  kemudian DPRD dapat memberikan putusan terhadap masalah tersebut.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Tanggapan Ferry Sofian ditolak mentah-mentah  oleh warga. Masalahnya sudah beberapakali mendatangi DPRD  soal penimbunan Ama Hami tidak pernah ada hasilnya.

Namun, Ketua DPRD tetap bersikukuh sesuai mekanisme kerja Ddewan tidak bisa langsung menetapkan  putusan. Harus ada kejelasan dari masalah yang dilaporkan,  kebenaran seperti apa, baru kemudian Dewan bertindak. (BK32)

Share
Komentar

Berita Terkait

CATATAN KHAS KMA

PAGI ini, saya ke pasar lagi. Pasar Ama Hami, di Kota Bima. Namanya pasar ya pasti ramai. Ada pembeli juga penjual. Mereka bertemu untuk...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.-  Proyek penimbunan jalan laut di kawasan Ama Hami kian jelas siapa yang bermasalah, termasuk  klaim  laut oleh oknum tertentu sehingga Pemerintah...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.-  “Kalau benar ada penimbunan laut, masukan saja ke ranah hukum, ini jelas melanggar,”  reaksi Ketua Komisi III DPRD Kota Bima, Alfian...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.- Tim gabungan mengukur areal lahan pasar Ama Hami, Kamis (08/12/2016). Pengukuran itu untuk mengetahui batas yang sebenarnya dengan proyek penimbunan jalan...