Pemerintahan

Tengahi Kisruh, Mahkamah Partai Golkar Sarankan Mediasi

Sidang Kisruh Musda DPD Partai Golkar Kota Bima di Mahkamah Partai.

Sidang Kisruh Musda DPD Partai Golkar Kota Bima di Mahkamah Partai.

Kota Bima, Bimakini.- Sidang gugatan terhadap kisruh Musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar Kota Bima digelar Kamis (3/11/2016) di DPP Partai Golkar, Jakarta. Dalam sidang pembacaan materi gutana tesebut, Hakim Mahkamah Partai Golkar memberi kesempatan mediasi hingga seminggu.

Pemohon gugatan, Al Imran, SH, kepada Bimakini mengaku pembacaan gugatan langsung olehnya. Pada kesempatan itu, hadir juga pihak termohon, yakni DPD Partai Golkar NTB.

“Hakim Mahkamah Partai memberikan waktu seminggu untuk mediasi antara pemohon dan termohon. Jika dalam satu minggu tidak ada hasil, maka sidang gugatan akan dilanjutkan,” kata Pengurus Demisioner DPD Golkar Kota Bima ini via hanphone (HP), Jumat (4/11/2016).

Salah satu gugatannya sebagai pemohon, kata Imran, meminta agar dilaksanakannya Musyawarah Kecamatan (Muscam) se Kota Bima. Muscam dianggap salah satu jalan untuk mengurai persoalan diinternal Golkar. “Karena kepengurusan DPD Kota Bima dan PK semuanya sudah berakhir, sehingga harus dibentuk kepengurusan baru,” ujarnya.

Poin pertama gugatannya itu, ternyata langsung direspon oleh DPP Partai Golkar dan memerintahkan kepada DPD NTB untuk memfasilitasi penyelenggaraan Muscam. “Poin pertama gugatan saya memang sudah dijawab oleh DPP, tidak diputuskan dalam sidang di Mahkamah Partai,” ujarnya.

Surat DPP yang memerintahkan diselenggarakannya Muscam, kata Imran, sudah diterimanya. Namun, belum diketahui apakah DPD NTB akan merespon surat tersebut. “Setelah sidang Kamis kemarin, belum ada komunikasi dengan termohon untuk membicarakan ini di luar sidang, seperti pertimbangan Hakim Mahkamah Partai,” ujarnya.

Poin lain gugatannya, kata dia, adalah meminta disanksinya oknum DPD NTB yang menginisiasi Musda Golkar Kota Bima di Mataram dan melampaui kewenangan PLT. “Jika tidak ada hasil mediasi selama sepekan, maka sidang akan dilanjutkan 17 November,” terangnya. (BK.25)

 

Share
  • 17
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top