Hukum & Kriminal

Umat Islam Bima, Tagih Proses Hukum Ahok

Peserta aksi saat berkumpul di Masjid AL Muwahidin Bima.

Peserta aksi saat berkumpul di Masjid AL Muwahidin Bima.

Kota Bima, Bimakini.- Usai Shalat Jumat di Masjid Al Muwahidin Bima, ratusan umat Islam dari berbagai elemen berkumpul. Mereka mereaksi sikap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahya Purnama (Ahok) atas ucapannya yang dinilai menistakan Alquran. Aksi yang dilakukan ini sebagai tindaklanjut atas aksi sebelumnya, karena menilai belum jelas proses hukum atas Ahok.

Sebelum melakukan alksi long march menuju Polres Bima Kota, sejumlah tokoh menyampaikan sikapnya. Diantaranya, Ketua Forum Umat Islam (FUI) Bima, Ustadz Asikin.

Ketua FUI Bima, Ustadz Asikin mengatakan ada 26 ormas dan organisasi kemahasiswaan yang menyampaikan pernyataan sikap bersama. secara bersama menyerukan kepada umat Islam di Kota dan Kabupaten Bima untuk turun aksi bersama.

Namun, ditekankannya aksi ini bersifat damai. Jika ada oknum yang melakukan tindakan anarkis, memprovokasi, seperti melempar, membakar, untuk segera diamankan. “Aksi ini untuk menyampaikan kepada penguasa dan penegak hukum, agar menegakkan hukum secara tegas, tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Jika hukum masih bersikap diskriminatif, kata dia, maka umat Islam akan kembali bereaksi. “Aksi ini untuk membela kesucian Alquran. Namun harus menjaga kata-kata dan perbuatan, jangan ada cacian, hinaan atau anarkis,” ingatnya.

Sementara itu, sesepuh Muhammadiyah Bima, Haji Gani Masykur menyampaikan apresiasi pada peserta aksi. Apa yang dilakukan sebagai jawaban atas pertanyaan aksi sebelumnya, apakah ada penegakan hukum atas Ahok. “Jika tidak ada tindakan terhadap Ahok, maka hari ini adalah jawabannya kita melakukan gerakan yang sama seeprti sebelumnya,” ujarnya.

Aksi itu mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Saat ini massa mulai bergerak menuju Polres Bima Kota menggunakan kendaraan. (BK25)

dsc_2491dsc_2493

Share
  • 166
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top